Kabupaten Kediri, Tagarjatim.id – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Golkar, M. Hadi Setiawan, atau yang akrab disapa Cak Hadi, kembali turun ke akar rumput untuk menyerap aspirasi masyarakat. Kegiatan Reses Masa Persidangan II Tahun 2025–2026 ini digelar di Balai Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Kamis (12/2/2026) malam.
​Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Cak Hadi mendengarkan berbagai keluhan warga, mulai dari sektor pertanian, lingkungan, hingga jaminan kesehatan yang menjadi isu krusial di tingkat desa.
​Salah satu poin utama yang mencuat adalah sulitnya mencari tenaga kerja untuk menanam padi di Desa Bulupasar. M. Choirul, ketua kelompok tani setempat, mengungkapkan bahwa saat ini petani harus mendatangkan tenaga kerja dari luar kecamatan seperti Gurah dan Ngasem karena anak muda lokal minim minat terjun ke sawah.
​”Untuk tanam padi di desa kami sekarang tenaga kerjanya tidak ada sama sekali. Tenaga yang ada sekarang milih kerja yang ringan. Padahal harga gabah saat ini sedang menjanjikan,” keluh Choirul.
​Sebagai solusi, warga mengusulkan bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) berupa alat tanam padi (transplanter) dan alat panen jagung yang ukurannya sesuai dengan karakteristik lahan lokal. Menanggapi hal itu, Cak Hadi memberikan angin segar dengan mengupayakan bantuan tersebut bisa terealisasi pada akhir tahun ini.
​Selain pertanian, isu lingkungan juga menjadi sorotan. Efendi, pengurus BUMDes Bulupasar, menyampaikan urgensi pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang representatif. Selama ini, pengelolaan sampah belum maksimal sehingga kerap meluber ke area sekitar.
​”Kami minta pembangunan tempat akhir pembuangan sampah. Untuk pengelolaan selanjutnya, kami dari BUMDes siap membantu agar penataannya maksimal,” tegas Efendi.
​Di sisi lain, warga juga mengeluhkan masalah jaminan kesehatan (BPJS) yang sulit ter-cover untuk kasus tertentu.
​Mendengar berbagai keluhan tersebut, Cak Hadi menjelaskan bahwa saat ini pemerintahan di tingkat pusat maupun daerah sedang berada dalam masa transisi dan efisiensi anggaran besar-besaran untuk menekan kebocoran.
​”Hari ini aparatur pemerintah, mulai dari pusat hingga desa, anggarannya masih terkena efisiensi. Di Kabupaten Kediri saja, dana transfer dari pusat terpotong sekitar Rp380-an miliar. Ini yang saya sebut masa transisi,” jelas legislator dari Dapil 8 (Kota/ Kabupaten Kediri) tersebut.
​Cak Hadi meminta masyarakat untuk bersabar dan terus berdoa agar pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo diberikan kekuatan untuk menata kembali sistem ekonomi dan layanan publik.
​”Kami di DPRD terus berupaya menyampaikan bahwa problem kesehatan dan kesejahteraan ini adalah masalah nasional. Kita dukung upaya pemerintah menutup kebocoran agar anggaran tersebut nantinya bisa kembali dirasakan manfaatnya oleh rakyat, bahkan lebih baik dari sebelumnya,” tutup Cak Hadi. (*)























