Kabupaten Kediri, Tagarjatim.id – Kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, M. Hadi Setiawan, di Kabupaten Kediri berlangsung hangat dan jauh dari kesan formal. Selain dialog serap aspirasi, reses kali ini juga dirangkai dengan pelatihan keterampilan jelang Ramadan yang menyasar pelaku UMKM dan penyandang disabilitas, Selasa (10/2/2026).
Bertemu langsung dengan peserta, politisi yang akrab disapa Cak Hadi mengaku justru banyak belajar tentang semangat hidup, ketekunan, dan daya juang dari mereka yang memiliki keterbatasan, namun tetap berusaha mandiri.
Di sela kegiatan, Cak Hadi yang juga Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Provinsi Jatim juga mencicipi salah satu produk UMKM yang dihasilkan peserta. Menurutnya, di balik produk sederhana tersimpan cerita perjuangan menghadapi keterbatasan fisik, minim modal, hingga sempitnya akses pasar.
“Disabilitas sering dipandang sebagai beban. Padahal yang saya temui hari ini justru mampu berkarya dan produktif,” ujarnya.
Dalam forum reses, aspirasi yang mengemuka berkaitan dengan keterbatasan permodalan, promosi, hingga kebutuhan ruang berjualan saat event pemerintah.
Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jatim ini menilai persoalan UMKM tidak cukup diselesaikan melalui pelatihan semata, tetapi harus dibarengi akses pasar yang nyata.
“Pelatihan penting, tapi harus ada tindak lanjut. Lapak dan akses pasar itu kunci,” katanya.
Ia juga menyinggung penguatan koperasi desa, termasuk Koperasi Merah Putih, sebagai etalase produk UMKM lokal, meski diakui membutuhkan proses dan konsolidasi lintas pihak.
Sementara itu, Sekretaris KPPG Partai Golkar, Dinar Anggri Andina, menjelaskan bahwa reses kali ini dirangkai dengan pelatihan pembuatan parcel sebagai bagian dari program pemberdayaan perempuan jelang Ramadan.
“Momentum Ramadan bisa dimanfaatkan sebagai peluang usaha. Kegiatan ini kami rancang agar ibu-ibu memiliki tambahan keterampilan dan penghasilan,” jelasnya.
Salah satu peserta, Ragil Widayati dari komunitas disabilitas DIKTA, menyampaikan bahwa penyandang disabilitas tidak meminta dikasihani, melainkan diperlakukan setara.
“Kami ingin diberi kesempatan yang sama dan pendampingan berkelanjutan, dari produk sampai pemasaran,” tegasnya.
Ia berharap aspirasi yang disampaikan dalam reses ini benar-benar ditindaklanjuti.
“Semoga ini menjadi awal sinergi nyata, bukan sekadar catatan,” pungkas Ketua DPD Golkar Kab Kediri tersebut. (*)






















