Penulis : Gilang Bahtiar
Blitar, tagarjatim.com – Menjelang pelaksanaan Pemilu 2024, Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri melakukan ritual ziarah ke makam ayahandanya Presiden pertama RI Soekarno di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur, Jumat (9/2/2024). Ritual ziarah kubur tersebut dilakukannya untuk mendoakan rakyat Imdonesia dan berharap pelaksanaan pemilu berlangsung jujur dan adil.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan ziarah ini merupakan sebuah tradisi Megawati dan juga seluruh jajaran PDIP setiap menjelang pemilu, agar pemilu berjalan baik dan demokratis.
Selain itu, kegiatan ini juga sebagai permohonan doa untuk rakyat Indonesia, dengan harapan rakyat bisa menyuarakan aspirasinya terhadap partai dan memilih pemimpin nasional secara lugas, logika, tanpa intimidasi dan penuh ketulusan dengan suara hati nurani rakyat.
“Menjelang pemilu, kami melihat pemilu harus berjalan baik, berjalan demokratis,”kata Hasto, kepada wartawan, di makam Bung Karno, Jum’at.
Menurut Hasto jika pemilu berjalan demokratis, maka Indonesia akan semakin baik. Hal ini untuk mewujudkan bangsa Indonesia menjadi negara maju unggul, dan berkeadilan.”Kami berharap dengan tradisi yang baik ini Indonesia akan semakin lebih baik, Indonesia akan lebih maju, unggul dan menjadi cita cita rakyat untuk hidup berkeadilan dapat diwujudkan,”tandasnya.
Pada saat berziarah, kata Hasto,selain memohonkan doa untuk ayahnya, Megawati terlihat berdialog dengan ayahnya Bung Karno. “Dalam berkontemplasi tersebut muncul seluruh tekad dari Ibu Megawati untuk terus berdedikasi bagi bangsa dan negara,”ujarnya.
Hadir dalam kesempatan tersebut selain Megawati dan Hasto Kristiyanto, Ketua DPR RI Puan Maharani, kemudian Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, serta sejumlah kader lainnya juga ikut mendampingi Megawati berziarah.
Ziarah ini dilakukan setelah Megawati sebelumnya menghadiri rangkaian kampanye di Banyuwangi. Bahkan, pada Sabtu (10/2/2024) besok, Megawati juga akan menghadiri kampanye terakhir di Solo dan Semarang, Jawa Tengah.
























