Lamongan, Tagarjatim.id – Kabar duka menyelimuti dunia pers di Kabupaten Lamongan. Wartawan foto Radar Lamongan, Anjar Dwi Pradipta, meninggal dunia pada Rabu malam (27/5/2026). Kepergian jurnalis muda yang dikenal rendah hati dan pekerja keras itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, hingga rekan-rekan sesama insan pers.

Semasa hidupnya, Anjar dikenal sebagai sosok jurnalis visual yang aktif mengabadikan berbagai peristiwa penting di Kabupaten Lamongan. Melalui bidikan kameranya, ia banyak merekam dinamika pembangunan daerah, aktivitas sosial masyarakat, hingga berbagai agenda pemerintahan dan kemanusiaan.

Di mata rekan sejawat, Anjar merupakan pribadi hangat, mudah bergaul, dan memiliki loyalitas tinggi terhadap profesinya. Kehadirannya di lapangan sering menjadi penyemangat bagi rekan-rekan media lainnya.

Sejak Rabu malam hingga Kamis pagi, rumah duka terus dipadati para pelayat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir. Sejumlah jurnalis lintas media, tokoh masyarakat, hingga pejabat Pemerintah Kabupaten Lamongan turut hadir menyampaikan belasungkawa.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bahkan hadir langsung memimpin prosesi pelepasan jenazah sebelum diberangkatkan ke tempat pemakaman umum. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan rasa kehilangan atas berpulangnya salah satu jurnalis terbaik di Lamongan.

“Beliau merupakan wartawan yang baik dan pekerja keras. Dedikasinya dalam mengawal program pembangunan serta menyampaikan informasi visual kepada masyarakat melalui jurnalisme foto sangat luar biasa. Selain itu, almarhum juga dikenal sering memberikan motivasi dan energi positif kepada teman-teman seprofesinya di lapangan. Mari kita doakan bersama semoga almarhum ditempatkan di sisi terbaik Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Bupati Lamongan, Kamis (28/5/2026).

Suasana haru juga tampak dari keluarga almarhum. Sang ibunda, Elis, mengenang komunikasi terakhir bersama putranya sebelum berpulang.

“Sebelum almarhum meninggal, saya sempat bilang, ‘jangan pergi dulu ya, nanti ibu ke sini lagi’. Anjar hanya melihat saya sambil mengacungkan jempol dan bilang ‘oke’. Ternyata itu jadi komunikasi terakhir kami,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Bagi komunitas jurnalis Lamongan, Anjar bukan hanya rekan kerja, melainkan sahabat yang selalu hadir membawa semangat positif. Ia dikenal tidak pernah membeda-bedakan senior maupun junior dan selalu siap membantu di lapangan.

Selain aktif di dunia jurnalistik, Anjar juga dikenal memiliki kecintaan besar terhadap sepak bola. Hobinya itu sering menjadi topik hangat saat berkumpul bersama rekan-rekan media.

Mewakili keluarga, istri almarhum, Putri, menyampaikan terima kasih atas doa dan dukungan dari berbagai pihak. Ia juga memohon maaf apabila semasa hidup almarhum memiliki kesalahan.

“Saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh teman-teman jurnalis di Lamongan apabila selama ini ada sikap atau ucapan suami saya yang kurang berkenan. Mohon dimaafkan,” ucapnya.

Kepergian Anjar Dwi Pradipta menjadi kehilangan besar bagi dunia pers Lamongan. Meski langkah dan bidikan kameranya kini telah berhenti, dedikasi dan karya jurnalistik yang ia tinggalkan akan terus dikenang sebagai bagian dari perjalanan pers di Kabupaten Lamongan.(*)

selamat hari lahir pancasila
WhatsApp Image 2026-06-01 at 12.15.08