Kota Malang, Tagarjatim.id – Dosen Program Studi Teknik Industri UMM, Prof. Ir. Ilyas Masudin, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dinobatkan sebagai ilmuwan paling berpengaruh di dunia dan masuk dalam jajaran World Top 5% Scientist 2025 versi SciRank Global Registry. Pencapaian ini diperoleh setelah melalui proses pemeringkatan yang melibatkan lebih dari 10 juta peneliti aktif dari berbagai negara dan disiplin ilmu.

Menurut Ilyas, penilaian dilakukan menggunakan basis data OpenAlex dengan indikator utama Normalized Composite Score, yang mengukur keseimbangan antara produktivitas publikasi dan dampak sitasi ilmiah. Menurutnya, pemeringkatan dilakukan secara objektif tanpa membedakan bidang keilmuan sehingga menjadi pengakuan penting bagi para peneliti.

“Saya cukup kaget karena informasi ini justru saya ketahui dari kolega. Apalagi, lembaga tersebut melakukan penilaian terhadap lebih dari 10 juta peneliti di seluruh dunia secara objektif tanpa membedakan bidang keilmuan,” katanya, Selasa (2/6/2026).

Sebagai akademisi yang menekuni bidang logistik, manajemen rantai pasok, dan optimisasi, Prof. Ilyas memiliki rekam jejak riset yang kuat. Hingga saat ini, ia telah menghasilkan 126 publikasi terindeks Scopus dengan H-index 24 dan lebih dari 1.500 sitasi. Secara keseluruhan, ia mengoleksi 195 artikel ilmiah dengan total sitasi Google Scholar mencapai 3.540 kali serta menghasilkan dua paten.

Dia mengaku fokus riset yang dijalankannya selama ini diarahkan pada isu-isu strategis dan mutakhir, terutama pengembangan rantai pasok energi terbarukan yang dinilai memiliki dampak luas bagi masyarakat.

“Saya selalu mengedepankan riset yang mutakhir dengan memfokuskan diri pada rantai pasok energi terbarukan agar hasil penelitian memiliki dampak yang luas dan masif,” katanya.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan ekosistem riset yang dibangun UMM, termasuk melalui skema pendanaan penelitian berkelanjutan dan keberadaan Supply Chain Research and Innovation Center.

Dalam kesempatan ini, ia juga mendorong para peneliti untuk lebih peka terhadap perkembangan zaman dan berbagai persoalan aktual yang muncul di masyarakat. Isu-isu terkini pun, kata dia, dapat menjadi sumber lahirnya inovasi dan penelitian yang relevan.

“Kita harus mampu membaca tanda-tanda zaman dan isu terbaru karena dari situlah peluang untuk menghadirkan riset yang berkontribusi langsung bagi masyarakat,” tuturnya.

UMM berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas penelitian dan memperluas kolaborasi internasional. Prestasi Prof. Ilyas, sekaligus memperkuat posisi UMM sebagai perguruan tinggi yang konsisten menghasilkan riset berkualitas dan berdampak bagi kemajuan masyarakat global.(*)

selamat hari lahir pancasila
WhatsApp Image 2026-06-01 at 12.15.08