Lamongan, Tagarjatim.id – Bantuan dari para donatur membantu meringankan beban ekonomi keluarga Faisal, warga Desa Sungaigeneng, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan. Bantuan tersebut tidak hanya menyelesaikan persoalan mendesak, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi keluarga.
Faisal yang merupakan anak yatim bersama dua adiknya sebelumnya mengalami kesulitan menebus ijazah Madrasah Tsanawiyah (MTs) akibat tunggakan biaya. Kini, ijazah tersebut telah berhasil diambil setelah kewajiban administrasi dilunasi melalui bantuan donatur yang dikoordinatori oleh Ipda Purnomo.
Selain itu, kebutuhan dasar keluarga juga turut diperhatikan. Permasalahan biaya listrik untuk pompa air yang sebelumnya menjadi beban kini telah diselesaikan. Bahkan, biaya listrik tersebut telah dibayarkan untuk jangka waktu dua tahun ke depan guna memastikan kebutuhan air tetap terpenuhi.
“Saya sangat berterima kasih kepada para donatur yang telah membantu kami. Bantuan ini sangat berarti untuk menunjang perekonomian keluarga. Saya juga akan mengembangkan usaha kecil yang diberikan oleh Pak Purnomo,” ujar Faisal saat ditemui, Kamis (16/4/2026).
Bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga diarahkan untuk pemberdayaan ekonomi. Ibunda Faisal kini mulai merintis usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan berjualan di depan rumahnya sebagai sumber penghasilan baru bagi keluarga.
Ipda Purnomo mengatakan, bantuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi keluarga untuk dapat mandiri secara ekonomi.
“Semoga usaha ini bisa menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menambahkan, bantuan tersebut merupakan hasil sinergi para donatur yang memiliki kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, semangat berbagi dan membantu harus terus dijaga tanpa mengharapkan imbalan.
“Semoga apa yang dilakukan ini menjadi amal kebaikan dan membawa manfaat bagi yang membutuhkan,” tambahnya.
Kisah keluarga Faisal di Kecamatan Sekaran ini menjadi gambaran bahwa bantuan yang tepat sasaran tidak hanya mampu menyelesaikan persoalan jangka pendek, tetapi juga dapat membuka peluang kemandirian ekonomi bagi penerimanya.(*)


























