Kota Batu, Tagarjatim.id – Dinas Pendidikan Kota Batu menegaskan bahwa pendidikan non-formal tidak lagi bisa dipandang sebelah mata. Hal ini dibuktikan melalui pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa Kejar Paket B yang diselenggarakan dengan standar setara sekolah formal.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menegaskan bahwa TKA menjadi instrumen penting untuk memastikan kualitas lulusan pendidikan kesetaraan tetap terjaga.
“Ini bagian dari penilaian untuk memastikan capaian belajar siswa Paket B memiliki standar yang sama dengan pendidikan formal,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).
Ia menekankan, kesetaraan ini bukan hanya dari sisi administratif, tetapi juga kualitas akademik yang dihasilkan.
“Standarnya sama, tidak ada perbedaan. Lulusan Paket A, B, dan C juga diakui negara dan memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi,” tegasnya.
Pelaksanaan TKA ini juga menjadi pesan kuat kepada masyarakat bahwa jalur pendidikan non-formal merupakan alternatif yang sah dan berkualitas, terutama bagi siswa yang tidak dapat menempuh pendidikan formal.
“Jangan sampai ada stigma. Pendidikan non-formal tetap memiliki kualitas yang terjamin dan peluang masa depan yang sama,” imbuhnya.
Secara teknis, pelaksanaan TKA Paket B yang dipusatkan di SMAN 1 Kota Batu berlangsung lancar tanpa kendala berarti. Seluruh sarana pendukung, mulai dari jaringan internet hingga kelistrikan, dipastikan dalam kondisi stabil.
Kabid Pembinaan PAUD dan Pendidikan Masyarakat Dindik Kota Batu, Diana Farianti, menyebut pelaksanaan TKA diikuti 84 peserta yang terbagi dalam dua sesi.
“Alhamdulillah berjalan lancar. Peserta mengikuti ujian berbasis komputer dengan dukungan fasilitas yang memadai,” jelasnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan ujian dilakukan dalam dua sesi setiap harinya untuk memastikan proses berjalan optimal.
Selain memastikan kualitas ujian, Dindik juga memberikan motivasi kepada para peserta agar tetap percaya diri menempuh jalur pendidikan non-formal.
“Yang penting adalah semangat belajar. Jalur boleh berbeda, tapi tujuan dan kualitas tetap sama,” ujar Alfi.
Kedepan, peserta yang telah menyelesaikan Paket B juga memiliki kesempatan melanjutkan ke jenjang Paket C atau setara SMA.
Dengan pelaksanaan TKA ini, Pemkot Batu berharap pendidikan kesetaraan semakin mendapat pengakuan luas, sekaligus menjadi solusi bagi masyarakat dalam mengakses pendidikan yang inklusif dan berkualitas. (*)


























