Sidoarjo, tagarjatim.id – Seorang pria berinisial TH (64), warga Kecamatan Manonjaya, Tasikmalaya, ditemukan meninggal dunia di samping truknya di area parkir Pergudangan Sinar, Desa Gemurung, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, Rabu (15/04/2026). Korban yang bekerja sebagai sopir truk tersebut diduga terjatuh akibat gangguan kesehatan saat tengah menyiapkan muatannya.
Kapolsek Gedangan Kompol A. Agung GPW menjelaskan, peristiwa ini pertama kali dilaporkan warga pada pukul 06.00 WIB. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan rekaman CCTV, korban terjatuh saat sedang memasang terpal pada truk bernomor polisi Z-9104-HQ.
“Dari hasil rekaman CCTV pergudangan, diketahui korban terjatuh saat memasang terpal di truknya, kemudian meninggal dunia di lokasi,” ujar Agung, Rabu (15/04/2026).
Kejadian bermula saat korban bersama anaknya, RJ (27), tiba di lokasi pada Selasa malam untuk mengambil muatan pakan ternak. Proses pemuatan barang selesai pada Rabu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Setelah truk terparkir, korban sempat meminta anaknya untuk beristirahat di dalam kabin, sementara ia mengurus kelengkapan administrasi surat jalan.
“Sekitar pukul 04.00 WIB, saksi lain yang juga seorang sopir membangunkan anak korban karena melihat ada orang tergeletak di samping bawah truk,” kata Agung.
Tim identifikasi dari Polresta Sidoarjo yang tiba di lokasi langsung memeriksa kondisi fisik korban. Polisi memastikan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau luka akibat penganiayaan pada tubuh TH. Luka di bagian belakang kepala korban dipastikan terjadi karena benturan saat korban terjatuh ke lantai aspal.
“Hasil pengecekan tim identifikasi tidak ditemukan tanda luka ataupun kekerasan. Ada darah di bagian kepala belakang akibat jatuh,” tuturnya.
Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, TH diketahui memiliki riwayat medis penyakit sesak napas. Pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi maupun membawa jenazah ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Sesuai penjelasan anak korban, korban mempunyai riwayat sakit sesak napas. Pihak keluarga tidak bersedia dilakukan otopsi dan telah membuat surat pernyataan,” pungkas Agung.
Saat ini, jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa kembali ke daerah asal di Tasikmalaya guna proses pemakaman. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit truk dan tas milik korban berisi surat-surat kendaraan.(*)


























