Jember, tagarjatim.id – Bisa menuangkan gagasan pikiran ke dalam sebuah tulisan, tentu akan menjadi kepuasan tersendiri. Terlebih, bagi mereka yang memiliki tuntutan untuk menghasilkan tulisan esai, seperti guru atau akademisi.
Namun, banyak pula orang yang menghadapi kendala dalam menuangkan isi pikirannya ke dalam sebuah tulisan, termasuk yang berbentuk esai.
R. Endro Sulistyono, S.Kep., Ns., M.Kep., dosen Program Studi (Prodi) D3 Keperawatan Kampus Lumajang Fakultas Keperawatan (FKep) Universitas Jember (UNEJ), berbagi tips praktis untuk menghasilkan esai yang efektif dan mudah dipahami.

Kiprah R. Endro Sulistyono dalam dunia tulis-menulis tidak diragukan lagi. Beliau baru-baru ini berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Lomba Esai Nasional yang diadakan oleh AIPVIKI (Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Vokasi Keperawatan Indonesia) pada April 2025.
Karya esainya yang berjudul “Penguatan Keterampilan Interpersonal Mahasiswa Vokasi Gen Z Melalui Passion di Era Teknologi Digital” mengukuhkan posisinya sebagai salah satu penulis esai terbaik di kategori tersebut.
Menurut Endro, esai yang baik harus memiliki analisis yang tajam dan mendalam yang didukung oleh data valid dari sumber kredibel dan mutakhir.
Selain itu, struktur yang jelas (pendahuluan-isi-penutup) dan pemaparan yang gamblang termasuk tawaran solusi yang inovatif dan kreatif sangatlah penting. “Apa yang kita tuliskan harus mudah dipahami oleh segmen pembaca,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, jika mengikuti lomba, penting untuk mencermati pedoman penilaian karena setiap penyelenggara bisa memiliki gaya selingkung tersendiri.
Berikut adalah langkah-langkah menulis esai yang efektif menurut Endro:
1. Memahami Topik dan Tujuan: Mulailah dengan menemukan ide yang relevan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Inspirasi bisa datang dari mana saja, mulai dari media sosial, diskusi dengan teman, hingga berita terkini.
2. Melakukan Analisis Situasi: Gunakan pendekatan 3P: berdiskusi dengan ahli (Person), membaca literatur terpercaya (Paper), dan melakukan observasi lapangan (Place). Pendekatan ini membantu memperkaya analisis dan kedalaman esai.
3. Buat Kerangka Esai: Setelah ide dan analisis terkumpul, tentukan ide pokok dan susun dalam alur pendahuluan, isi, dan penutup secara runtut. Kerangka ini akan menjadi panduan saat menulis.
4. Menulis Esai: Tulis dengan gaya yang menarik dan efektif. Kalimat pembuka harus menggugah minat pembaca, isi harus kuat dan padat, serta penutup harus memberikan kesan mendalam.
5. Sunting dan Revisi: Jangan pernah melewatkan tahap ini. Cek tata bahasa, ejaan, dan kejelasan tulisan Anda. Endro menyarankan untuk menggunakan alat bantu seperti Turnitin dan meminta teman untuk membaca ulang karya Anda guna mendapatkan masukan.
6. Segera Tulis dan Jangan Tunda: “Sebaik-baik karya jika tidak ditulis nantinya bisa hilang begitu saja,” pesan Endro. Ide-ide segar perlu segera diwujudkan dalam tulisan.
“Banyak orang menunggu ide segar dari para pendidik dan mahasiswa. Menulislah sekarang, karena tulisan adalah bentuk kontribusi nyata kita bagi bangsa,” pungkas Endro.(*)




















