Kabupaten Jember, tagarjatim.id – Bupati Jember, Muhammad Fawait menyatakan akan menggunakan Toyota Veloz sebagai kendaraan dinas sehari-hari. Hal itu disampaikannya menjawab pertanyaan awak media terkait efisiensi anggaran.

“Saya bisa saja menolak mobil dinas. Tapi kalau saya tolak, mobil pribadi saya malah lebih bagus. Jadi saya putuskan pakai Avanza Veloz sebagai bentuk kesederhanaan,” ujar Fawait seusai memimpin apel besar di depan kantor Pemkab Jember yang dihadiri seluruh jajaran Pemkab Jember pada Senin (03/03/2025).

Apel besar tersebut menjadi kegiatan perdana Fawait di hari efektif kerja pertama, setelah dilantik oleh Presiden Prabowo serta menjalani retret selama sepakan di Akmil Magelang.

“Seorang pemimpin itu bisa memiliki kekayaan berlebih, namun tetap harus bergaya hidup sederhana. Karena ia digaji oleh rakyat,” ujar Fawait.

Pria yang juga akrab disapa Gus Fawait ini berharap, jajaran di bawahnya bisa bergaya hidup lebih sederhana dari dirinya. Termasuk dalam hal penggunaan mobil.

“Saya pakai Toyota Veloz sebagai simbol Gus Fawait ini bupati yang lahir dari aktivis orang desa. Ya memang saya orang desa. Setelah ini, masak iya sih, sekda dan jajarannya pakai mobil yang lebih bagus,” papar pria 37 tahun ini sembari tertawa.

Tak hanya mobil dinas, Fawait juga menekankan jajarannya untuk menerapkan efisiensi anggaran.

“Semangat efisiensi itu bukan semangat menghabiskan anggaran tapi bagaimana membuat anggaran lebih efektif untuk kebijakan yang langsung menyentuh masyarakat,” papar Fawait.

Kepada seluruh jajarannya, Fawait juga menekankan agar seluruh ASN Pemkab Jember bisa kompak dan membentuk kerja tim yang efektif.

“Pilkada telah usai, jangan sampai ada istilah 01, 02 lagi. Untuk membangun Jember tidak bisa oleh Superman tapi Super Team dan itu Bupati dibantu oleh semua perangkat Wakil Bupati, Sekda dan seluruh jajaran, harus bersama-sama,” tutur Fawait.

Fawait juga menyinggung soal 100 hari kerja pertamanya usai dilantik sebagai bupati. Salah satu yang menjadi prioritas adalah ia menegaskan soal janjinya untuk lebih peduli dengan ekonomi rakyat kecil. Salah satunya dengan menurunkan retribusi pasar tradisional yang sempat naik 100 persen di akhir masa pemerintahan bupati sebelumnya.

“Sesuai dengan janji kami, saya gak mau masuk ke pendopo, sebelum tadi saya menginjakkan di simbol ekonomi wong cilik kerakyatan, pasar tradisional dan kami akan menandatangani bahwa retribusi pasar harus dikembalikan seperti semula. Kalau kemarin naik 100-200 persen. Nanti saya tanda tangani untuk turun 100-200 persen, itu yang menjadi prioritasnya,” ucapnya. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H