Jember, tagarjatim.id – Pasangan suami istri (pasutri) muda yang tinggal di Jalan Basuki Rahmat, Lingkungan Tumpeng, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Jember, harus ikhlas melepas kepergian anak pertama dan satu-satunya, Muhammad al Hanan.

Balita berusia 2,5 tahun itu ditemukan meninggal dunia setelah hanyut di aliran sungai sejauh 2 km dari rumahnya pada Rabu (27/8/2025) sore.

Kapolsek Kaliwates Kompol Sugeng Piyanto melalui Panit Reskrim Polsek Kaliwates, Ipda Ratno Budi Jatmikho menjelaskan, peristiwa bermula saat pada Rabu siang, sekitar pukul 11.30 WIB, korban disuapi makan siang oleh ibunya di teras rumah.

“Lalu makanannya habis, ibunya masuk ke rumah untuk mengambil air minum. Sekitar 10 hingga 15 menit kemudian, saat kembali ke depan rumah, anaknya sudah tidak ada,” kata Ratno.

Hal itu membuat sang ibu cemas sehingga mencari di sekitar rumah, namun tidak menemukan anaknya. Kebetulan rumah tersebut berjarak sekitar 40 – 50 mter dari saluran irigasi. Rumah korban berada di bagian pojok perumahan dengan jarak sekitar 40–50 meter dari aliran sungai irigasi. Meski hanya sekitar satu meter lebarnya, arus sungai saat itu deras.

“Kebetulan saat itu arus cukup kencang. Selain karena ada hujan di wilayah utara, ditambah pintu air irigasi dibuka oleh petugas ulu-ulu (pengatur aliran air persawahan). Diduga korban berjalan ke arah sungai lalu terjatuh dan terbawa arus,” jelasnya.

Dibantu warga, pencarian besar-besaran dilakukan. Namun hingga 2 jam berselang, pencarian tidak menemukan hasil.
Pada sore hari menjelang petang, ditemukan jenazah balita yang tersangkut di pinggir aliran sungai.

“Lokasi penemuannya di dekat perumahan Bumi Tegal Besar. Di situ kawasan lahan perumahan yang belum dibangun sehingga sering dibuat anak-anak main layangan. Semula warga mengira itu boneka,” ujar Ratno.

Jarak penemuan jenazah dengan lokasi rumah korban sekitar 2 km. “Posisi korban tersangkut di pinggir sungai yang sudah dipasang plengsengan beton,” sambungnya.

Sontak, penemuan itu langsung beredar cepat di kalangan warga hingga diketahui orang tua korban.

“Begitu petugas dari Polsek Kaliwates bersama Tim Inafis Polres Jember mendatangi lokasi penemuan, namun saat itu jenazah korban sudah dibawa pihak keluarga ke rumah duka,” papar Ratno.

Polisi bersama petugas medis dari puskesmas tidak sempat melakukan visum luar.

“Keluarga menolak dilakukan visum, baik luar maupun dalam. Mereka menyadari ini sebagai musibah akibat kurangnya pengawasan. Kami sudah buatkan surat pernyataan penolakan visum,” ujarnya.

Ratno menegaskan, tidak ada saksi mata yang melihat langsung korban terjatuh ke sungai. Saat kejadian, balita tersebut hanya bersama ibunya di rumah. “Korban merupakan anak pertama, dan keluarga masih dalam kondisi syok,” pungkas Ratno. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H