Kabupaten Malang – Dua warga negara asing (WNA) terekam kamera pengawas CCTV diduga melakukan aksi hipnotis di toko pertanian Dusun Kedungboto, Desa Kedungrejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dalam aksi gendamnya pelaku membawa kabur uang Rp700 ribu.

Karyawan toko, Wahyu Salamah, mengungkapkan peristiwa ini berlangsung pada Sabtu (21/12/2024) sore. Ia menceritakan kedua WNA tersebut masuk ke dalam toko dan meminta air minum dan mengaku sebagai kolektor uang rupiah.

“Pelaku berbicara menggunakan bahasa arab, dan mengaku kolektor uang rupiah. Pelaku juga menunjukkan uang koleksi yang dibawanya,” kata Wahyu kepada tagarjatim.id, Senin (23/12/2024).

Setelah menengguk air minum, kata Wahyu, pelaku kemudian mengikuti pemilik toko menuju meja kasir, dengan alasan menukarkan uang rupiah sebagai koleksi.

“Di meja kasir, salah satu pelaku mengambil uang dari laci, saat perhatian pemilik toko teralihkan. Usai mengambil uang pelaku sempat menepuk pundak pemilik toko dan kemudian pergi,” ungkapnya.

Dalam rekaman video yang beredar, kedua pelaku terlihat berinteraksi dengan penjaga toko dan berhasil membawa kabur uang tunai Rp700 ribu rupiah.

Kejadian ini berlangsung pada Sabtu (21/12/2024) sore, ketika kedua WNA yang mengenakan masker memasuki toko dan meminta air minum kepada karyawan.

“Mereka datang berbicara dengan bahasa Arab, karena tidak bisa berbahasa Indonesia, saya kemudian memanggil habib (pemilik toko),” ujar Wahyu Salamah, karyawan toko saat dikonfirmasi di lokasi kejadian (23/12/2024).

Setelah mendapatkan dua gelas air minum dari pemilik toko, kedua pelaku mengaku sebagai kolektor uang rupiah dan menunjukkan beberapa koleksi uang.

Salah satu pelaku kemudian mengikuti pemilik toko menuju meja kasir, beralasan untuk menukarkan uang rupiah sebagai koleksi.

“Di meja kasir, salah satu pelaku mengambil uang dari laci kasir saat perhatian pemilik toko teralihkan. Usai mengambil uang pelaku sempat menepuk pundak habib (pemilik toko),” lanjut Wahyu.

Melalui percakapan singkat, pelaku mengaku berasal dari Irak, meski menurut pemilik toko, dari logat berbicara, ia menduga keduanya berasal dari Turki.

Akibat kejadian tersebut, pemilik toko mengalami kerugian sekitar Rp 700 ribu.

Sebagai upaya untuk mencegah kejadian serupa, pemilik toko mengunggah rekaman CCTV tersebut ke media sosial.

“Pemilik toko menginginkan agar tidak ada lagi yang menjadi korban penipuan seperti ini,” pungkasnya. (#)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H