Malang, tagarjatim.com – Memasuki Tahun Akademik 2024/2025, Pascasarjana Universitas Brawijaya (UB) menggelar kegiatan Orientasi Pendidikan dan Kemahasiswaan (ORDIK), sebanyak 1.692 mahasiswa baru (MABA) mengikuti kegiatan yang mulai di gelar pada Rabu (21/8/2024) di gedung Samantha Krida UB.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, M.P menyampaikan, dari 1.692 MABA Pascasarjana yang diterima pada tahun akademik 2024/2025 ini. Terdiri dari berbagai golongan. Diantaranya, sebanyak 1.313 adalah MABA Magister (S2), dan 379 MABA Doktor (S3), yang terdiri dari sejumlah Fakultas seperti Ekonomi dan Bisnis, Teknik dan Fakultas Hukum.
“Sebagaimana UB saat ini berada posisi 818 besar World University Ranking by QS, maka mahasiswa pascasarjana mendapat amanah terutama untuk program doktor wajib mempublikasikan minimal dua artikel pada jurnal internasional terindex. Hal tersebut menjadi syarat kelulusan selain IPK dan masa studi. Tahun 2025 UB menargetkan publikasi minimal 4000 artikel di jurnal internasional bereputasi,” papar Imam.
Untuk diketahui, MABA Pascasarjana Universitas Brawijaya memiliki berbagai jalur seleksi masuk. Seperti jalur seleksi Fast Track atau jalur percepatan mahasiswa S1 melanjutkan S2, yang kali ini menerima sebanyak 285 orang. Lalu, Jalur Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) untuk mahasiswa S2 langsung melanjutkan S3 sebanyak 21 orang. Jalur Reguler sebanyak 1.359 orang, dan jalur RPL sebanyak 19 orang. Serta Jalur Internasional sebanyak 8 orang, yang diantaranya berasal dari Palestina, Afghanistan, Timor Leste, dan Sudan.
Dalam kegiatan yang dikemas dalam seminar ini. juga dihadiri oleh Komisaris Menara Syariah Jakarta, Harianto Solichin, MSc sebagai pemateri utama, yang menekankan kepada MABA S2 dan S3 ini, untuk memiliki jiwa entrepreneurship, diantaranya dengan menguatkan prinsip mampu bekerja keras, bekerja cerdas dan selalu fokus.
“Profesi apa pun yang saudara ambil, wajib memiliki jiwa kewirausahaan, yakni bisa memulai sesuatu dari nol hingga mencapai hasil yang diinginkan, yang akan membawa manfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat,” ungkap Harianto.
Sementara itu, pemateri lain yang hadir yakni Dhiana Puspitawati, SH.,LLM.,Ph.D dari Pusat Publikasi IImiah dan Ketahanan Jurnal UB dengan membawakan materi “Ketahanan dan Publikasi Jurnal Ilmiah”. Serta Direktur Direktorat Teknologi Informasi Dr. Raden Arief Setiawan, S.T., M.T dengan materi “Sistem Teknologi dan Informasi untuk Meraih UB Bermutu dan Bereputasi”. Dan Direktur Klinik UB drg. Miftakhul Cahyati, Sp.PM dengan materi “Sosialisasi Layanan di Klinik UB”.
Dalam pembukaan kegiatan kali ini. Rektor UB Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc berpesan kepada para MABA Pascasarjana UB ini, untuk pandai memanfaatkan momen untuk mampu mengembangkan karir, jejaring serta kompetensi ditengah banyaknya tantangan yang dihadapi negara ini, seperti masalah pangan, kesehatan, lingkungan, konflik sosial, dan regional yang tengah menjadi isu dunia akhir akhir ini.
“Kita sebagai bagian bangsa perlu memikirkan inovasi pengetahuan untuk mengurai permasalahan agar negara menjadi negara mandiri. Ini tantangan maba untuk berpartner dengan dosen untuk mengasah diri dengan keilmuan, riset, dan inovasi,” pesan Rektor.
Tak hanya itu, dalam tahun ini Pascasarjana UB telah membuka prodi baru, yakni Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan yang menonjolkan digital leadership, dan selalu telah menerima 10 Mahasiswa baru seperti yang diungkapkan Direktur Sekolah Pascasarjana Prof. Dr. Moh. Khusaini, S.E., M.Si., M.A.
“Hal ini untuk menjawab kebutuhan dan tantangan zaman di mana saat ini dibutuhkan pemimpin milenial yang berbasis digital leadership. Dengan berbagai fenomena digital, Artificial Intelligence, dan teknologi yang semakin canggih, maka kebijakan dan kepemimpinan sudah harus menadaptasi perkembangan zaman, yang dapat memberikan kebijakan berbasarkan data analisis yang tepat atau evidence based policy,” pungkas Khusaini.




















