Sidoarjo, tagarjatim.id – Bandara Internasional Juanda meningkatkan kesiapsiagaan operasional seiring dengan potensi lonjakan pergerakan pesawat selama periode libur awal 2026. Selain memperkuat koordinasi dengan Air Traffic Services (ATS), faktor cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berlanjut pada awal tahun ini menjadi perhatian utama manajemen bandara.

General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, menyatakan bahwa cuaca ekstrem pada awal tahun 2026 menjadi perhatian utama. Untuk mengantisipasi dampaknya, Bandara Juanda telah melakukan koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan terkait.

“Koordinasi dengan Lanudal Juanda, Otoritas Bandara Wilayah III, AirNav Surabaya, BMKG Juanda, serta para maskapai penerbangan ini dilakukan untuk memastikan seluruh operasional berjalan sesuai standar keselamatan dan keamanan penerbangan,” ujarnya, Kamis (15/01/2026).

Tohir menambahkan, sebagai langkah antisipasi, pihak bandara meningkatkan koordinasi secara real-time dengan BMKG, melakukan pemeriksaan fasilitas secara berkala, serta memastikan prosedur penanganan cuaca ekstrem dijalankan sesuai ketentuan.

“Koordinasi real-time dengan BMKG Juanda terkait informasi cuaca ekstrem, pengetatan pemeriksaan periodik fasilitas di kawasan terminal maupun di sisi udara,” tambahnya.

Ia juga memastikan seluruh pemeriksaan tetap dilakukan sesuai standard operating procedure dalam penanganan cuaca ekstrem yang berdampak pada keselamatan penerbangan maupun keamanan area publik.

“Seluruh langkah ini dijalankan untuk memastikan layanan bandara tetap mengedepankan aspek keamanan, keselamatan, dan pelayanan sebagai prioritas utama,” jelasnya.

Sementara itu, terkait langkah antisipasi menghadapi lonjakan penumpang selama libur panjang akhir pekan peringatan Isra Mi’raj, Jumat hingga Minggu mendatang.

Muhammad Tohir menyatakan pihaknya telah mengintensifkan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk maskapai dan ground handling.

“Berdasarkan pemantauan, kami memprediksi akan terjadi peningkatan signifikan jumlah penumpang. Seluruh fasilitas dan layanan terminal telah kami siapkan,” ujarnya.

Pengawasan operasional difokuskan pada area rawan kepadatan, mulai dari check-in, pemeriksaan keamanan, boarding gate, hingga area kedatangan.

“Kami memperketat pengawasan agar pelayanan tetap berjalan lancar,” pungkasnya. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H