Kota Batu, tagarjatim.id — Penanganan longsor besar yang menutup total jalur Batu–Mojokerto via Cangar–Pacet terus berlanjut hingga Senin malam (24/11/2025) dan dilanjutkan Selasa (25/11/2025). Upaya pembersihan diperkirakan akan memakan waktu hingga besok, mengingat volume material yang cukup besar serta kondisi tebing yang masih labil.
BPBD Kota Batu memastikan bahwa alat berat bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah diberangkatkan menuju lokasi longsor untuk mempercepat proses normalisasi jalur. Alat berat itu dijadwalkan tiba pada Selasa pagi dan langsung difokuskan ke titik longsor di kawasan Gajah Mungkur.
Plt Kalaksa BPBD Kota Batu, Suwoko, menyampaikan bahwa proses penanganan harus dilakukan sangat hati-hati karena kondisi tebing di atas jalan masih menunjukkan pergerakan.
“Kami prioritaskan keselamatan petugas. Material longsor cukup tebal dan retakan tebing masih aktif. Proses pembersihan ini diperkirakan berlangsung hingga besok setelah alat berat dari provinsi siap beroperasi penuh,” terang Suwoko.
Material longsor yang menutup jalan mencapai ketebalan 1,5 hingga 2 meter, terdiri dari tanah basah, bebatuan, dan batang pohon. BPBD juga memasang garis pengaman dan membatasi radius agar tidak ada warga mendekati area rawan.
Disisi lain, Kabag Ops Polres Batu, Kompol Anton Widodo, menegaskan bahwa jalur Batu–Mojokerto via Cangar–Pacet tetap ditutup total selama proses penanganan berlangsung. Polres menempatkan personel di semua titik akses untuk mencegah warga maupun pengendara mendekat ke area longsor.
“Kami sudah menutup penuh jalur dan menempatkan personel di berbagai titik. Tidak boleh ada kendaraan atau warga mendekat karena kondisi tebing sangat berbahaya,” tegas Anton.
Ia juga memastikan kepolisian siap mendukung penuh mobilisasi alat berat dari provinsi.
“Kami pastikan jalur untuk alat berat aman, termasuk membantu pengawalan bila dibutuhkan. Fokus kami memperlancar penanganan dan menjaga agar tidak ada korban,” tambahnya.
Anton kembali mengimbau masyarakat untuk mematuhi sistem pengalihan arus yang sudah diberlakukan sejak Senin sore.
“Kami minta masyarakat tetap menggunakan jalur alternatif resmi. Jangan coba-coba mencari jalan pintas yang justru rawan longsor. Keselamatan jauh lebih penting,” ujarnya.
Dengan kondisi cuaca yang tidak stabil serta potensi hujan intensitas tinggi di wilayah pegunungan, proses pembersihan diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama. BPBD, Polres Batu, Perhutani, serta relawan masih terus memantau pergerakan tanah secara berkala.
Hingga Senin malam, material longsor masih menutup seluruh badan jalan dan belum ada pembukaan jalur darurat. Petugas mengutamakan pemeriksaan stabilitas tebing terlebih dahulu sebelum alat berat masuk sepenuhnya ke area pembersihan. (*)




















