Kabupaten Blitar, tagarjatim.id – Jelang perayaan Idul Adha, atau hari raya kurban, menjadi peluang mendulang cuan untuk pedagang musiman hewan ternak khusus kurban. Seperti yang dijalani Miftahkul Huda, warga Jagoan, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Pemuda 24 tahun ini, disibukkan oleh aktivitas mencari sapi kurban langsung dari petani dan memberi pakan di kandang miliknya seluas sekitar 10×20 meter. Lulusan pondok pesantren di Tulungagung ini, jeli melihat peluang menghasilkan cuan disaat pemuda lain seusianya, masih mengandalkan uang saku dari orang tua.

Huda, memulai bisnis musiman ini sejak beberapa tahun terakhir, diawali dari hewan kambing dan domba, kemudian meningkat ke sapi. Huda memanfaatkan jaringan pertemanan, komunitas dan media sosial untuk mempromosikan daganganya. Alhasil, dua tahun terakhir penjualan hewan kurbanya meningkat tajam. Tahun lalu, Huda mampu menjual sekitar 25 ekor sapi berbagai ukuran ke pembelinya, baik wilayah Blitar maupun luar kota di Jawa Timur. Omsetnya menembus angka fantastis hingga 550 juta rupiah dari penjualan sapi kurban tersebut.

“Tahun lalu sekitar 25 ekor sapi terjual, karena waktu untuk berjualan terlalu mepet. Omsetbya sekitar 550 juta rupiah. Sekarang h-23 kurban, sapi sudah terjual 25 ekor, kemungkinan masih bertambah karena masih ada waktu lama,” ujar Huda kepada tagarjatim.id di kandangnya Jumat (16/5/2025).

Huda menambahkan, sapi yang dibeli pelangganya biasanya dititipkan di kandangnya hingga hari h penyembelihan. Huda memberi jaminan perawatan serta garansi jika terjadi hal yang tak diinginkan pada sapi yang telah terjual. Harga yang ditawarkan ke pembeli berkisar antara 17 juta rupiah hingga 35 juta rupiah per ekor.

“Di saya best sellernya adalah sapi betina majeran, di harga 17-18 juta per ekor. Untuk sapi kurban besar dijual 35 juta per ekor, dengan berat sekitar 600 kg,” imbuhnya sambil memberi pakan sapi jualanya.

Huda membeli sapi dagangan kurban langsung dari petani rumahan, dengan jaminan kesehatan dan pakan yang terjaga. Bahkan, sapi dagangnya juga telah diberi vaksin sehingga dijamin bebas dari PMK. Pemuda lajang ini, tidak pernah membeli sapi di pasar untuk menjaga agar sapi kurban miliknya benar benar siap kurban dan sehat.

“Saya langsung ambil dari petani, karena perawatanya sudah dijamin baik dan telah divaksin. Saya tak pernah ambil dari pasar karena takut dapat yang tidak sehat,” akunya polos.

Sapi sapi yang telah dibeli diawal karena harganya belum melambung tinggi. Huda mengaku pembeli bukan saja dari Blitar, namun ada Tulungagung, Kediri, Malang hingga Surabaya. Dia akan mengantarkan sapi ke lokasi penyembelihan sesuai dengan akad saat transaksi jual beli. Pengiriman dilakukan dengan sejumlah rekan bisnisnya agar pelanggan juga puas dengan pelayanananya.

“Sapi kami telah terjual di Blitar, Tulungagung, Malang hingga Surabaya,” pungkasnya. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H