Kota Surabaya, tagarjatim.id – Setelah hampir dua pekan sejak Mia Amiati resmi memasuki masa purnatugas pada 27 Maret 2025, kursi Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur masih kosong. Hingga kini, Kejaksaan Agung Republik Indonesia belum melakukan penunjukan resmi, yang menyebabkan berbagai spekulasi berkembang baik di kalangan internal Kejaksaan maupun publik secara umum. Apalagi posisi Kajati Jatim menjadi salah satu posisi strategis di tubuh korps Adyaksa.
Sebelumnya, Mia Amiati yang mencatatkan sejarah sebagai perempuan pertama yang menjabat sebagai Kajati Jatim, meninggalkan banyak prestasi di sepanjang kariernya. Prestasi tersebut antara lain adalah penanganan sejumlah kasus besar dan penguatan penegakan hukum di Jawa Timur. Dengan berakhirnya masa jabatannya, perhatian kini tertuju pada siapa yang akan mengisi posisi penting tersebut dan melanjutkan pekerjaan besar yang telah dimulai oleh Mia.
Dari informasi yang dihimpun, ada delapan nama yang kini disebut-sebut sebagai calon kuat pengganti Mia Amiati. Di antara nama-nama tersebut, tiga sosok teratas yang paling sering dibicarakan adalah:
1. Didik Farkhan Alisyahdi
Saat ini menjabat sebagai Inspektur V pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung. Didik bukanlah orang asing di Jawa Timur, karena sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya dan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan. Dengan rekam jejak yang kuat di beberapa posisi penting, Didik dianggap memiliki pengalaman yang memadai untuk memimpin Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.
2. Kuntadi
Kini menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung, Kuntadi memiliki reputasi yang sangat baik, terutama karena kiprahnya dalam menangani sejumlah kasus besar saat menjabat sebagai Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung. Keberhasilan Kuntadi dalam menangani perkara besar membuat namanya semakin diperhitungkan sebagai calon kuat Kajati Jatim.
3. Ketut Sumedana
Saat ini menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Ketut Sumedana dikenal sebagai seorang pejabat yang komunikatif dan aktif menjalin hubungan dengan publik. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung. Dengan pengalamannya dalam berkomunikasi dan menjalin hubungan dengan media serta masyarakat, Ketut dianggap memiliki kemampuan untuk memimpin Kejati Jatim dengan pendekatan yang lebih transparan dan terbuka.
Ketiga nama ini telah melalui tahapan seleksi khusus, termasuk uji kompetensi untuk calon Kepala Kejaksaan Tinggi Tipe A, yang merupakan kategori tertinggi dalam struktur Kejaksaan. Kejaksaan Tinggi Jawa Timur sendiri merupakan salah satu dari tujuh Kejaksaan Tinggi di Indonesia yang berstatus pemantapan Tipe A, sehingga pemilihan pemimpin di posisi ini tidak bisa dilakukan sembarangan dan harus melalui proses seleksi yang ketat.
Selain tiga nama utama tersebut, ada lima pejabat lain yang juga dipandang memiliki peluang besar untuk mengisi kursi Kajati Jatim. Mereka adalah:
1. Harli Siregar
Sebagai Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Harli dikenal sebagai sosok yang komunikatif dan sering menjadi wakil Kejaksaan Agung dalam menyampaikan isu-isu strategis kepada publik. Pengalamannya dalam berkomunikasi dan menangani masalah hukum besar membuatnya menjadi kandidat yang layak dipertimbangkan.
2. Siswanto
Saat ini menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, Siswanto memiliki rekam jejak yang kuat dalam menangani kasus-kasus korupsi (tipikor) dan melakukan reformasi internal kelembagaan. Pengalamannya dalam penanganan kasus besar membuatnya menjadi salah satu calon yang patut diperhitungkan.
3. Hermon Dekristo
Hermon, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi, memiliki pengalaman luas dalam berbagai bidang, termasuk pengawasan dan penyidikan. Karirnya yang sudah terbukti di beberapa posisi penting membuatnya menjadi salah satu nama yang berpotensi mengisi jabatan Kajati Jatim.
4. Hendro Dewanto
Sebagai Kajati Sulawesi Tenggara, Hendro Dewanto dikenal dengan pendekatannya yang humanis dalam penegakan hukum. Pendekatan yang lebih manusiawi ini membuatnya mendapatkan banyak apresiasi, dan ia menjadi kandidat yang menarik untuk memimpin Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.
5. Patris Yusrian Jaya
Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta ini memiliki reputasi yang sangat kuat di tengah banyaknya kasus yang harus ditangani di ibu kota. Kepemimpinan dan ketegasannya dalam menangani perkara besar menjadikannya sebagai calon yang sangat potensial untuk mengisi posisi strategis ini.
Persaingan ketat di antara nama-nama ini menunjukkan betapa pentingnya posisi Kajati Jawa Timur, yang tidak hanya mengelola wilayah dengan banyak kasus besar, tetapi juga memiliki tantangan besar dalam penegakan hukum. Proses seleksi yang ketat dan penuh pertimbangan menunjukkan bahwa siapapun yang akan terpilih nanti harus siap menghadapi kompleksitas dan tantangan yang ada di provinsi ini. (*)




















