Kabupaten Malang, TagarJatim.id – Bencana tanah longsor yang menutup akses utama wisata Gunung Bromo mengakibatkan sejumlah wisatawan terpaksa putar balik, pada Selasa (11/2/2025). Kondisi ini memicu kerugian yang harus ditanggung oleh pemilik jasa wisata.
Salah satu tour guide, Nizhar Aditya mengatakan, jasa wisata menjadi salah satu yang terdampak longsor susulan itu. Menurutnya setidaknya ada puluhan jasa travel yang terpaksa putar balik dari arah Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.
“Sejak pagi dini hari sebelum keberangkatan ke Bromo, beberapa wisatawan gagal berkunjung dan putar balik akibat longsor susulan. Ada sekitar 40 unit jeep dari Tumpang dan Malang yang terjebak, akhirnya kembali ke basecamp atau penginapan masing-masing,” kata Nizhar saat dikonfirmasi, Selasa (11/2/2025).
Dari puluhan rombongan, diperkirakan ada ratusan wisatawan yang gagal berkunjung ke Gunung Bromo. Hal ini mengharuskan pihak jasa wisata mengembalikan dana hampir 100 persen.
“Kerugian kurang lebih 80 persen, karena ada pengembalian dana atau refund juga hampir 100 persen. Tetapi pengunjung juga memaklumi dengan kondisi alam seperti ini,” tambahnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang melaporkan memang terjadi longsor susulan di jalan utama Dusun Jarak Ijo, Desa Ngadas, Kabupaten Malang, Selasa (11/2/2025) sekitar pukul 06.40 WIB.
Dari laporan BPBD Kabupaten Malang terbaru, bencana longsor susulan terjadi di 14 titik wilayah Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Peristiwa ini mengakibatkan akses wisata Gunung Bromo tertutup total.
“Dampak longsor susulan ada 14 titik, diantaranya lima titik longsor menutup jalan utama menuju Desa Ngadas atau jalur bromo. Serta sembilan hanya volume kecil (tidak sampai menutup akses jalan),” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, Selasa (11/2/2025).
Sadono menambahkan, saat ini tim BPBD Kabupaten Malang bersama instansi terkait telah merampungkan pembersihan material longsor sejak pukul 16.00 WIB lalu.
“Penanganan serta pembersihan semua titik longsor telah selesai dan arus lalu lintas kembali normal kurang lebih pukul 16.00 WIB,” pungkas Sadono. (*)




















