Jombang, tagarjatim.id – Hujan deras yang terjadi sejak Selasa (21/1/2025) hingga Rabu (22/1/2025) menyebabkan ratusan rumah di Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, terendam banjir.

Banjir disebabkan karena volume air sungai yang mengelilingi pemukiman warga meluap.

Umar Yani, warga desa setempat menjelaskan banjir yang terjadi di Desa Kademangan merupakan banjir kiriman dari aliran sungai di Desa Wonosalam Jombang, dan Desa Kandangan, Kediri.

Ia mengaku sebelum banjir kiriman menggenangi rumah warga, hujan deras mengguyur Desa Wonosalam.

“Ini banjir kiriman dari aliran Sungai di Wonosalam. Memang saat itu di Wonosalam hujan deras. Kalau di sini hujannya biasa,” kata Umar, kepada wartawan, Rabu (22/1/2025).

Ia menjelaskan rumah warga yang terdampak banjir sebanyak 474 rumah, ditambah dengan sekolah SDN 3 Kademangan. “Banjir di luar tingginya hampir 2 meter. Kalau di dalam rumah saya tinggi air 80 sampai 150 centimeter l,” ungkap Umar.

Menurut Umar, banjir ini disebabkan karena luapan Sungai Pancir, Sungai Catakgayam dan Sungai Gunting. “Air meluap karena tanggul sungai tidak mampu menahan volume air,” ucap dia.

Di lokasi banjir memang tidak terjadi hujan, namun di Wonosalam dan Kandangan bagian atas terbawa aliran sungai tersebut. Besarnya debit air membuat tanggul sungai tidak mampu menahan hingga tumpah ke jalan dan permukiman warga.

Petugas BPBD Kabupaten Jombang, Imam Fauzi mengatakan selain banjir terjadi di Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung, banjir juga terjadi di 4 kecamatan lain di Jombang, yakni Kecamatan Mojowarno, Kecamatan Diwek, Kecamatan Sumobito, dan Kecamatan Perak.

“Ada 5 kecamatan terdampak banjir. Tapi banjir paling parah di Desa Kademangan Mojoagung,” ungkapnya.

Ia mengaku BPBD telah mengevakuasi warga dan telah menyiapkan pengungsian warga terdampak banjir di balai desa.

Imam Fauzi memastikan setelah air naik dan mengenangi rumah warga pihaknya terus berpatroli untuk mengecek kondisi warga. Hingga pagi tadi belum ada warga yang di evakuasi ke lokasi pengungsian yang sudah disiapkan di lokasi balai desa.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H