Tagarjatim.id – Masuknya Bulan Rajab Tahun 1446 Hijriyah tepat pada tangga 1 Jannuari 025. Ada beberapa keistimewaan Bulan Rajab yang sudah masyhur kita ketahui.
Bahkan kita dianjurkan berpuasa dan selalu berdoa Ketika memasuki Bulan Rajab. “Allahumma barik lana fi rajaba wa sya’bana, wa ballighna Ramadlana”. Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban, dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadlan.
Sebagaimana juga tentang keutamaan Bulan Rajab disebutkan di dalam al-Quran yang termasuk sebagai Asyhurul Hurum atau empat dari bulan-bulan yang dihormati.
Empat bulan tersebut dijelaskan dalam QS. At-Taubah [9] ayat 36 “… di antaranya ada empat (bulan) yang haram (yang disucikan), itulah ketetapan agama yang lurus maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu”.
Juga dalam QS. Al-Baqarah [2] ayat 217, dan hadis Rasulullah mengurai nama-nama bulan dengan jelas “… tiga (bulan) berurutan yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram. Sedangkan Rajab pertengahan antara Jumada (Tsaniyah) dan Sya’ban” (HR. Bukhari-Muslim).
Dikutip Tagarjatim.id dari laman istiqlal.or.id, bulan-bulah Haram termasuk Rajab adalah bulan-bulan yang telah dimuliakan oleh Allah dan menjadikannya bulan-bulan yang harus dihormati.
Di bulan ini kaum muslimin disarankan untuk meningkatkan amal kebaikan. Karena setiap kebaikan akan diganjar dengan pahala yang dilipatgandakan.
Tafsir QS. At-Taubah ayat 36, Imam Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan bahwa sanksi berbuat dosa di bulan-bulan haram jauh lebih berat dibandingkan bulan-bulan lainnya, selain bulan suci Ramadhan.
Sebaliknya, amal shalih di bulan-bulan haram pahalanya lebih besar dibandingkan di bulan lainnya, kecuali Ramadhan.
Bulan ini adalah bulan yang penuh dengan keutamaan, maka Syekh Abdul Qadir Jailani mengatakan (dalam Al-Gunyah/W.561 H): “Telah dikhususkan pada bulan Rajab dengan limpahan ampunan dari Allah, pada bulan Syaban dengan syafaat, pada bulan Ramadhan dengan ganjaran pahala yang berlipat, pada malam lailatul qadar dengan limpahan rahmat yang diturunkan, pada hari ‘Arafah dengan kesempurnaan agama, pada hari Jum’at dengan dikabulkannya do’a para pemohon, pada hari raya (Ied) dengan pembebasan dari api neraka serta pembebasan budak-budak muslim.”
Dan Imam Abdul Hamid Al-Makki mengatakan (dalam Kanzun Najahi Wa As-Surur): “Rajab adalah bulan ampunan, Sya’ban adalah bulan shalawat kepada Nabi pilihan shallallahu ‘alaihi wasallam, Ramadhan adalah bulannya Al-Qur’an.
Karenanya, sebagai umat Islam hendaknya kita bersungguh-sungguhlah di bulan Rajab untuk meningkatkan amal kebaikan semampu kita. (*)




















