Tugas selanjutnya yakni menyusun diagnosis awal dan rencana terapi di bawah bimbingan dokter. Dalam hal ini koas mencoba menyusun diagnosis awal dan mengusulkan rencana penanganan pasien berdasarkan data klinis yang diperoleh.
Selanjutnya koas melakukan dokumentasi rekam medis. Salah satu tugas penting koas adalah mencatat semua hasil pemeriksaan dan tindakan medis dalam rekam medis pasien secara rinci dan terstruktur.
Koas juga ikut serta dalam tindakan medis dalam beberapa kasus, koas dapat membantu atau mengamati tindakan medis, seperti pemasangan infus, jahitan luka, atau bahkan operasi kecil, tergantung pada tingkat kompetensinya.
Selain itu, koas juga melakukan penyuluhan dan edukasi kesehatan kepada pasien dan keluarganya mengenai penyakit yang diderita, pengobatan, serta pencegahan penyakit.
Masa koas sering dianggap sebagai fase paling menantang dalam pendidikan kedokteran. Koas harus mampu bekerja di bawah tekanan, dengan jadwal yang padat, serta tanggung jawab yang besar terhadap pasien. Mereka juga harus terus belajar untuk mengasah kemampuan klinis dan teori yang relevan.
Namun, masa koas juga memberikan pengalaman yang berharga, karena koas dapat merasakan langsung bagaimana menjadi bagian dari tim medis yang melayani pasien. Hal ini tidak hanya membentuk kemampuan profesional, tetapi juga karakter dan empati seorang calon dokter.
Koas dokter adalah tahapan penting dalam pendidikan kedokteran yang mempersiapkan mahasiswa menjadi dokter yang kompeten dan profesional. Dengan tugas dan tanggung jawab yang besar, koas dilatih untuk memahami kompleksitas dunia medis sekaligus membangun kemampuan klinis dan non-klinis yang dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan. Bagi mereka yang bercita-cita menjadi dokter, masa koas menjadi pintu gerbang menuju profesi yang mulia ini.
Baca Juga: Judol dan Pinjol Jadi Penyebab Dominan Perceraian di Kabupaten Malang




















