Kabupaten Malang – Beberapa waktu terakhir, media digegerkan dengan viralnya video tentang penganiayaan terhadap ketua koas mahasiswa kedokteran Universitas Sriwijaya, Muhammad Luthfi. Tersangka merupakan sopir orangtua salah satu mahasiswa kedokteran bernama Lady Aurellia Pramesti yang merupakan anggota koas yang diketuai korban.
Pemicunya, korban dinilai tak adil dalam membagi tugas jaga saat perayaan Tahun Baru. Saat itu, orang tua Lady mempertanyakan mengapa anaknya mendapat tugas jaga malam saat pergantian tahun.
Hal ini pun berujung pada pemukulan terhadap korban. Saat ini tersangka telah ditahan dan tengah didalami pihak kepolisian.
Bagi sebagian orang, istilah koas mungkin masih asing di telinga. Apa sebenarnya peran dan tugas koas dokter dalam pendidikan kedokteran?
Koas dokter, atau dikenal juga sebagai dokter muda, adalah istilah yang merujuk pada mahasiswa kedokteran yang sedang menjalani program pendidikan profesi klinis. Program ini merupakan tahap lanjutan setelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan teori dan praklinik di fakultas kedokteran.
Masa koas ini merupakan bagian penting dari proses pembentukan seorang dokter profesional, karena mahasiswa akan langsung terlibat dalam praktik medis di rumah sakit atau fasilitas kesehatan.
Apa itu Koas Dokter?
Koas dokter merupakan singkatan dari ko-asisten, yang berarti mahasiswa kedokteran bertindak sebagai asisten dokter di lapangan. Dalam tahap ini, mereka akan belajar secara langsung di bawah pengawasan dokter pembimbing atau konsulen.
Pendidikan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman klinis yang komprehensif, mengintegrasikan teori dengan praktik nyata, sekaligus membangun kemampuan komunikasi, etika, dan profesionalisme.
Masa koas berlangsung selama 1,5 hingga 2 tahun, tergantung pada kebijakan universitas tempat mahasiswa menempuh pendidikan. Selama masa ini, koas akan menjalani rotasi klinis di berbagai departemen, seperti Ilmu Penyakit Dalam, Bedah, Pediatri (Ilmu Kesehatan Anak), Obstetri dan Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan), Psikiatri, Kedokteran Komunitas, Ilmu Penyakit Saraf (Neurologi), dan lain-lain.
Setiap rotasi biasanya berlangsung antara 1 hingga 3 bulan, tergantung pada kompleksitas departemen tersebut.
Sebagai dokter muda, koas memiliki tanggung jawab untuk berpartisipasi dalam proses pelayanan kesehatan.
Beberapa tugas utama koas meliputi melakukan wawancara medis (Anamnesis). Saat melakukan tugas ini koas bertugas untuk menggali informasi dari pasien mengenai keluhan utama, riwayat penyakit, dan faktor-faktor lain yang relevan untuk diagnosis. Kemudian koas belajar melakukan pemeriksaan fisik secara sistematis, seperti mendengarkan suara jantung, memeriksa tekanan darah, atau mengamati tanda-tanda klinis lainnya.
Baca Juga: Mengenal Kanker Serviks, Penyebab Kematian Tertinggi Wanita di Indonesia
Tugas selanjutnya yakni menyusun diagnosis awal dan rencana terapi di bawah bimbingan dokter. Dalam hal ini koas mencoba menyusun diagnosis awal dan mengusulkan rencana penanganan pasien berdasarkan data klinis yang diperoleh.
Selanjutnya koas melakukan dokumentasi rekam medis. Salah satu tugas penting koas adalah mencatat semua hasil pemeriksaan dan tindakan medis dalam rekam medis pasien secara rinci dan terstruktur.
Koas juga ikut serta dalam tindakan medis dalam beberapa kasus, koas dapat membantu atau mengamati tindakan medis, seperti pemasangan infus, jahitan luka, atau bahkan operasi kecil, tergantung pada tingkat kompetensinya.
Selain itu, koas juga melakukan penyuluhan dan edukasi kesehatan kepada pasien dan keluarganya mengenai penyakit yang diderita, pengobatan, serta pencegahan penyakit.
Masa koas sering dianggap sebagai fase paling menantang dalam pendidikan kedokteran. Koas harus mampu bekerja di bawah tekanan, dengan jadwal yang padat, serta tanggung jawab yang besar terhadap pasien. Mereka juga harus terus belajar untuk mengasah kemampuan klinis dan teori yang relevan.
Namun, masa koas juga memberikan pengalaman yang berharga, karena koas dapat merasakan langsung bagaimana menjadi bagian dari tim medis yang melayani pasien. Hal ini tidak hanya membentuk kemampuan profesional, tetapi juga karakter dan empati seorang calon dokter.
Koas dokter adalah tahapan penting dalam pendidikan kedokteran yang mempersiapkan mahasiswa menjadi dokter yang kompeten dan profesional. Dengan tugas dan tanggung jawab yang besar, koas dilatih untuk memahami kompleksitas dunia medis sekaligus membangun kemampuan klinis dan non-klinis yang dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan. Bagi mereka yang bercita-cita menjadi dokter, masa koas menjadi pintu gerbang menuju profesi yang mulia ini.
Baca Juga: Judol dan Pinjol Jadi Penyebab Dominan Perceraian di Kabupaten Malang




















