Kota Batu, Tagarjatim.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Batu mulai menyiapkan langkah penataan ulang Jalur Rajekwesi atau yang dikenal sebagai Jalur Klemuk. Penataan ini dilakukan karena kondisi kelandaian jalan yang dinilai terlalu curam dan berisiko tinggi terhadap keselamatan pengguna jalan.

Kepala Dinas PUPR Kota Batu, Alfi Nur Hidayat, mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Wali Kota Batu.

“Sesuai arahan Pak Wali Kota kemarin, kami dari Dinas PUPR Kota Batu mencoba untuk berkoordinasi dengan kehutanan, dalam hal ini Perhutani, untuk memperbaiki trase jalan yang ada di ruas Rajekwesi atau Klemuk,” kata Alfi, Selasa (20/1/2026).

Menurut Alfi, secara teknis ruas Klemuk memiliki permasalahan serius pada alignment vertikal. Kelandaian jalan yang terlalu curam menjadi faktor utama tingginya potensi kecelakaan.

“Secara alignment vertikal, ruas Klemuk ini memang memiliki kelandaian yang sangat curam,” tegasnya.

Karena itu, PUPR Kota Batu mulai menatap ke depan untuk melakukan penataan menyeluruh terhadap trase jalan tersebut.

“Kita menatap ke depan, bagaimana ruas Rajekwesi ini kita lakukan perbaikan alignment-nya,” ujarnya.

Alfi menjelaskan, alignment jalan mencakup tata letak arah horizontal dan vertikal jalan, yang berpengaruh langsung pada keamanan dan kenyamanan pengguna.

“Alignment jalan itu bukan hanya lurus atau tikungan, tapi juga tanjakan dan turunan. Ini harus dirancang agar aman dan efisien bagi pengguna jalan,” jelasnya.

Dalam rencana penataan tersebut, PUPR Kota Batu akan mengombinasikan alignment vertikal dan horizontal untuk mengurangi tingkat kelandaian.

“Kelandaian yang sangat curam ini akan kita coba kurangi dengan penambahan alignment vertikal-horizontal. Nantinya kita buat kelak-kelok,” ungkap Alfi.

Menurutnya, desain kelok-kelok ini penting untuk meminimalkan risiko pengereman panjang dari atas yang selama ini kerap terjadi.

“Dengan kelok-kelok ini, kelandaian akan berkurang sehingga pengguna jalan tidak perlu melakukan pengereman memanjang,” katanya.

Ia mengungkapkan, selama ini kecelakaan di Jalur Klemuk tidak hanya disebabkan oleh trase jalan, tetapi juga faktor kelalaian pengendara.

“Kalau kita lihat kejadian selama ini, selain dari kondisi trase jalan, juga disebabkan oleh faktor human error,” ucap Alfi.

Salah satu persoalan yang sering terjadi adalah pengereman terus-menerus dari atas, khususnya pada kendaraan roda dua jenis matik.

“Pengemudi melakukan pengereman pemanjang dari atas, terutama motor matik. Itu membuat sistem pengereman menjadi panas,” jelasnya.

Akibat panas berlebih tersebut, daya cengkeram rem menjadi menurun.

“Pada titik turunan yang curam itu, daya cengkeram cakram motor matik bisa nge-loss dan sistem pengereman tidak bisa berfungsi atau kurang berfungsi,” terangnya.

Kondisi itulah yang kemudian memicu terjadinya rem blong dan kecelakaan.

“Akhirnya terjadi rem blong. Ini yang menjadi perhatian serius kami,” tegas Alfi.

Ke depan, PUPR Kota Batu menegaskan akan fokus melakukan penataan ulang trase alignment vertikal di ruas Rajekwesi sebagai solusi jangka panjang.

“Ini yang ke depan akan kita lakukan, penataan ulang trase alignment vertikal di ruas Rajekwesi,” katanya.

Namun demikian, Alfi juga mengingatkan bahwa perbaikan infrastruktur harus diimbangi dengan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas.

“Kami mohon masyarakat juga disiplin dalam berlalu lintas. Kalau sudah ada rambu dilarang turun untuk motor, jangan dilanggar,” pungkasnya.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H