Kota Malang, Tagarjatim.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menggeber transformasi pendidikan vokasi agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Salah satunya dengan menggelar Upskilling dan Reskilling Guru Kejuruan Berstandar Industri serta Pelatihan Pembelajaran Mendalam bagi kepala sekolah dan guru SMK.

Kegiatan yang dipusatkan di BBPPMPV BOE Malang ini diikuti sekitar 300 guru kejuruan SMK dari berbagai daerah. Program ini menjadi langkah strategis Dinas Pendidikan Jawa Timur dalam memperkuat kualitas pendidik sebagai kunci utama peningkatan mutu lulusan vokasi.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa peningkatan kualitas SMK tidak cukup hanya bertumpu pada pembaruan kurikulum maupun pembangunan sarana prasarana.

Menurutnya, esensi pendidikan vokasi justru terletak pada kualitas proses pembelajaran yang berlangsung di ruang kelas maupun bengkel praktik.

“Pasar kerja tidak menunggu ijazah, tetapi kompetensi. Karena itu, guru SMK harus mampu menggerakkan cara berpikir murid, bukan sekadar mentransfer materi. Inilah esensi pembelajaran mendalam yang sedang kita dorong,” ujar Aries, Senin (19/1).

Ia menambahkan, tantangan dunia kerja ke depan semakin kompleks dan menuntut lulusan yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, literasi teknologi, kreativitas, serta daya adaptasi yang tinggi.

Melalui pelaksanaan pembelajaran mendalam yang dibarengi dengan upskilling dan reskilling guru kejuruan, Pemprov Jatim menegaskan arah pendidikan vokasi yang berdampak nyata, adaptif terhadap perubahan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Transformasi vokasi dimulai dari kelas. Dari guru yang mau terus belajar dan dari kepala sekolah yang berani memberi ruang perubahan. Inilah ikhtiar kita mewujudkan Jatim Cerdas dan menyiapkan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BBPPMPV BOE Malang, I Gusti Made Ardhana, menyampaikan komitmen lembaganya sebagai pusat pengembangan kompetensi bagi guru, kepala sekolah, hingga peserta didik.

BBPPMPV BOE Malang, kata dia, menyediakan ekosistem pembelajaran yang lengkap, mulai dari sarana dan prasarana, fasilitas praktik berstandar industri, hingga tenaga pengajar yang kompeten.

“Seluruh ekosistem ini kami siapkan untuk mendukung peningkatan mutu dan kualitas pembelajaran,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa BBPPMPV BOE Malang memiliki cakupan layanan di 14 wilayah Indonesia bagian timur, termasuk Jawa Timur, sehingga memegang peran strategis dalam pengembangan pendidikan vokasi nasional.

“Kami ingin menjadi ruang belajar yang mendorong guru dan murid terus mengembangkan potensi serta kompetensinya secara berkelanjutan,” pungkasnya. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H