Lamongan, Tagatjatim.id – Aksi pencurian meteran air milik pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lamongan membuat warga resah. Sedikitnya 10 unit meteran air dilaporkan hilang setelah digondol maling hanya dalam satu malam, Senin (19/01/2026) dini hari.
Kasus pencurian tersebut terjadi di sepuluh lokasi berbeda yang tersebar di wilayah Kota Lamongan dan Kecamatan Sukodadi. Akibat pencurian itu, selain kehilangan meteran, sejumlah rumah warga juga mengalami genangan air karena saluran PDAM terbuka dan air mengalir tanpa kendali.
Salah satu korban, Ebi, mengaku baru mengetahui kejadian tersebut saat hendak beraktivitas setelah menunaikan salat Subuh. Ia terkejut melihat area depan rumah makannya tergenang air cukup banyak.
“Saya kaget pagi-pagi air sudah menggenang di depan rumah. Setelah dicek, ternyata meteran air sudah hilang,” ujar Ebi.
Menurut Ebi, ia menduga aksi pencurian tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, saat kondisi lingkungan sedang sepi dan sebagian besar warga terlelap tidur.
Menanggapi laporan para pelanggan, Pj Direktur Utama PDAM Lamongan, Syahril Muhammad Majidi, membenarkan adanya serangkaian aksi pencurian meteran air tersebut. Ia menyebut, pencurian terjadi hampir bersamaan di beberapa titik.
“Benar, kami menerima laporan kehilangan meteran air di sejumlah lokasi, baik di wilayah Kota Lamongan maupun Kecamatan Sukodadi. Total sementara ada sepuluh unit meteran yang hilang,” kata Syahril.
Akibat kejadian tersebut, kerugian materiil ditaksir mencapai jutaan rupiah, baik dari sisi pelanggan maupun PDAM. Selain itu, distribusi air bersih ke pelanggan terdampak juga sempat terganggu.
Pihak PDAM Lamongan berencana melaporkan kasus ini ke Polres Lamongan untuk mengungkap pelaku serta motif pencurian yang dilakukan secara beruntun dalam satu malam. PDAM juga mengimbau pelanggan untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar rumah. (*)




















