Sidoarjo, Tagarjatim.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sidoarjo memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui program pemanfaatan lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Buktinya, Lapas Sidoarjo sukses menggelar panen raya lele sebanyak 50 kilogram dari lahan SAE di Desa Ketapang, Kecamatan Tanggulangin.

Ikan lele tersebut merupakan hasil budidaya berkelanjutan oleh narapidana yang mengikuti pembinaan keterampilan perikanan, mulai dari tahap pembenihan hingga pemeliharaan.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Sidoarjo, Disri Wulan Agus Tomo, menegaskan bahwa panen raya ini bukan sekadar kegiatan seremonial, namun juga sebagai bentuk pembekalan kepada warga binaan.

“Tujuannya agar warga binaan memiliki keterampilan nyata yang bisa dimanfaatkan setelah mereka kembali ke masyarakat,” ujar Disri, Senin (19/01/2026).

Menurutnya, pemanfaatan lahan SAE di Desa Ketapang merupakan bagian dari strategi Lapas Sidoarjo dalam menyiapkan warga binaan untuk reintegrasi sosial.

“Kami ingin warga binaan tidak hanya selesai menjalani hukuman, tetapi juga memiliki bekal keterampilan yang bernilai ekonomis. Ini menjadi modal penting bagi mereka untuk hidup mandiri dan produktif setelah bebas,” tegas Disri.

Selain meningkatkan produktivitas, kegiatan budidaya lele ini juga disebutkan menanamkan nilai-nilai positif seperti kerja keras, tanggung jawab, dan kemandirian kepada warga binaan.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H