Kota Malang, Tagarjatim.id – Pembatalan dua jadwal kereta api relasi Malang–Jakarta berdampak langsung pada meningkatnya jumlah penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) di Terminal Arjosari, Kota Malang. Lonjakan penumpang ini terjadi sejak akhir pekan, seiring puncak arus balik libur panjang Isra Miraj dan terganggunya layanan kereta api dari Stasiun Malang.
Pantauan di Terminal Arjosari menunjukkan aktivitas penumpang jauh lebih padat dibandingkan hari biasa. Banyak calon penumpang yang sebelumnya berencana menggunakan kereta api memilih beralih ke moda transportasi bus, terutama dengan tujuan Jakarta dan wilayah Jawa Barat.
Kepala Terminal Arjosari, Mega Perwira Donowati, membenarkan adanya peningkatan signifikan jumlah penumpang akibat pembatalan perjalanan kereta api tersebut.
“Efek dari pembatalan kereta itu, berdasarkan informasi dari petugas di lapangan, banyak sekali penumpang dari Stasiun Malang yang kemudian menuju Terminal Arjosari untuk membeli tiket bus AKAP. Rata-rata tujuan mereka memang Jakarta. Sebagian besar merupakan wisatawan yang baru selesai berlibur di Jawa Timur,” ujar Mega.
Berdasarkan data Terminal Arjosari, pada hari biasa jumlah penumpang bus berkisar antara 200 hingga 300 orang per hari. Namun, pada Minggu (18/1/2026), jumlah penumpang melonjak drastis hingga mencapai sekitar 917 orang yang berangkat dari terminal tersebut.
Mega menambahkan, peningkatan jumlah penumpang ini diperkirakan masih akan berlangsung selama layanan kereta api belum sepenuhnya kembali normal, khususnya untuk rute menuju Jakarta dan Jawa Barat.
Lonjakan penumpang juga dirasakan oleh sejumlah perusahaan otobus (PO) yang melayani rute jarak jauh. Hampir seluruh armada bus dilaporkan terisi penuh pada Minggu kemarin, dan tingkat keterisian masih tinggi hingga Senin (19/1/2026) siang.
Salah satu agen PO Bus Medali Mas, Mey, mengatakan bahwa tingkat keterisian bus saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan hari normal.
“Kemarin hampir semua PO penuh, semua bus terisi. Sampai hari ini masih terasa, kalau di PO saya minimal keterisian sudah sekitar 85 persen. Kalau hari biasa, kadang harus penggabungan, bahkan ada yang penumpangnya sangat sedikit,” jelasnya.
Meski terjadi lonjakan penumpang, pengelola Terminal Arjosari memastikan ketersediaan tiket dan armada bus masih mencukupi untuk melayani kebutuhan masyarakat. Pihak terminal juga terus berkoordinasi dengan perusahaan otobus guna mengantisipasi peningkatan penumpang lanjutan selama gangguan layanan kereta api masih berlangsung.(*)




















