Kabupaten Malang, Tagarjatim.id – Bentrokan antar suporter pelajar pecah usai turnamen Metro Futsal Championship 2026 di wilayah Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (18/1/2026). Insiden tersebut menyebabkan tujuh siswa mengalami luka-luka dan satu di antaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Kepolisian memastikan peristiwa yang sempat dilaporkan sebagai pengeroyokan dan pembacokan itu merupakan aksi tawuran antar suporter sekolah. Tawuran melibatkan pendukung SMP Negeri 19 Kota Malang dan SMP Negeri 2 Kepanjen.
KBO Satreskrim Polres Malang, Ipda Dicka Irmantara, mengatakan kericuhan bermula sejak pertandingan berlangsung. Kedua kelompok suporter saling melontarkan chant provokatif hingga ketegangan memuncak setelah laga berakhir.
“Awalnya terjadi pengeroyokan di wilayah Kepanjen. Salah satu pihak tidak terima, lalu terjadi aksi saling kejar hingga ke Pakisaji. Jadi rangkaian kejadiannya ada di empat lokasi di dua Kecamatan itu, Kecamatan Kepanjen dan Pakisaji,” ujar Ipda Dicka, Senin (19/1/2026).
Puluhan pelajar dari kedua kubu terlibat saling serang menggunakan tangan kosong. Namun, beberapa pelaku juga memanfaatkan benda di sekitar lokasi, seperti batu dan helm. Akibatnya, tujuh siswa mengalami luka di bagian lengan, tangan, wajah, dan pelipis. Sebagian besar korban mengalami luka benda tumpul.
Namun dari aksi kejar ini salah satu siswa mengalami luka bacok saat bentrok terjadi di titik terakhir di depan SDN Kebonagung 2 Kecamatan Pakisaji.
Dari tujuh korban, lima siswa sempat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. Hingga saat ini, satu korban masih dirawat di RS Sapto Rejo (RST Soepraoen), sementara korban lainnya diperbolehkan pulang karena hanya mengalami luka ringan.
Polisi juga mengamankan sejumlah pelajar yang terlibat tawuran. Seluruhnya masih di bawah umur.
“Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan terhadap yang diamankan. Kami juga memfasilitasi mediasi dengan orang tua. Para pihak sepakat menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan dan tidak melanjutkan ke proses hukum,” tegas Ipda Dicka.
Pihak kepolisian mengimbau sekolah serta penyelenggara turnamen untuk meningkatkan pengamanan dan edukasi sportivitas guna mencegah kejadian serupa terulang. (*)




















