Kabupaten Blitar, Tagarjatim.id – Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK kembali menjangkiti ternak piaran warga di 22 kecamatan di wilayah Kabupaten Blitar. Penyakit yang meresahkan kaum peternak ini, menjangkiti sekitar 72 ekor ternak, terdiri 69 ekor sapi dan 3 ekor kambing. Penyakit ini banyak ditemukan di 3 kecamatan dengan jumlah menonjol, diantaranya Nglegok, Talun dan Kesamben.
Kepala bidan keswan dan kesmavet, Lusiana Adityasnigtyas dikonfirmasi membenarkan adanya ternak yang terjangkit virus PMK ini. Dikatakanya, hingga kini proses penyembuhan terus diupayakan, dan belum ada catatan kematian.
“Beberapa sudah sembuh dan beberapa ada yang terkena, karena proses penyembuhan tapi kalau yang mati belum ada laporan masuk,” ujar Lusiana dikonfirmasi tagarjatim.id melalui seluler Senin (19/01/26).
Lusiana menambahkan, untuk di wilayah Nglegok belum ada laporan kematian ternak yang terjangkit. Sementara di lapangan beredar kabar adanya sapi mati, namun milik peternak dengan sekala kecil. Di lapangan juga berhembus kabar, jika ternak yang terjangkit langsung disembelih.
” Kalau kematian belum ada laporan, yang Nglegok sudah dilakukan investigasi sudah diambil sampel dan ini masih pengujian,” imbuhnya.
Data dinas peternakan dan perikanan Kabupaten Blitar menyebutkan, dari 72 ekor ternak yang terjangkit tersebar di 22 kecamatan yang ada di Kabupaten Blitar. Dinas tidak menemukan adanya ternak mati, ataupun disembelih. Namun dipastikan dari 72 ekor ini belum ada satupun yang sembuh. (*)




















