Kabupaten Malang, Tagarjatim.id – Konflik dualisme yayasan yang menaungi SMK Turen dan SMP Bhakti di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, akhirnya mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah dan kepolisian. Bupati Malang HM Sanusi bersama Kapolres Malang AKBP Taat Resdianto turun langsung memediasi dua yayasan yang berkonflik demi menyelamatkan hak pendidikan ribuan pelajar.
Mediasi digelar secara tertutup di Kantor Kecamatan Turen, Sabtu (17/1/2026), dengan mempertemukan Yayasan Pendidikan Teknologi Turen (YPTT) dan Yayasan Pendidikan Teknologi Waskito Turen (YPTWT). Konflik kedua yayasan tersebut sebelumnya berdampak pada terhentinya kegiatan belajar mengajar di SMK Turen dan SMP Bhakti.
Usai pertemuan, Bupati Malang HM Sanusi menyatakan bahwa mediasi membuahkan kesepakatan awal. Kedua belah pihak sepakat menjaga keamanan dan kondusivitas lingkungan sekolah agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.
“Kita sudah sepakat bahwa proses belajar mengajar di SMK Turen kembali berjalan seperti biasanya,” ujar Sanusi, Sabtu (17/1/2026).
Sanusi menegaskan, langkah mediasi ini dilakukan semata-mata untuk menyelamatkan masa depan pendidikan siswa yang terdampak konflik internal yayasan. Menurutnya, kepentingan anak didik harus ditempatkan sebagai prioritas utama di atas persoalan lainnya.
“Kita akan berusaha menyelamatkan hak pendidikan anak dan menciptakan kembali ruang pendidikan yang aman dan nyaman,” jelasnya.
Terkait konflik dualisme yayasan, Sanusi menyebut DPRD Kabupaten Malang akan kembali memfasilitasi mediasi lanjutan pada Senin (17/1/2026). Hasil pertemuan tersebut akan menjadi penentu langkah selanjutnya dalam penyelesaian konflik.
“Bagaimana akhirnya, nanti akan disepakati setelah pertemuan hari Senin,” ucapnya.
Namun demikian, Sanusi juga membuka opsi alternatif apabila mediasi lanjutan tidak mencapai kesepakatan. Salah satunya adalah memindahkan sementara proses belajar mengajar ke lokasi lain di luar area sekolah SMK Turen dan SMP Bhakti.
Sementara itu, Kapolres Malang AKBP Taat Resdianto memastikan pihaknya telah mengambil langkah pengamanan untuk menjaga situasi tetap kondusif. Personel Polres Malang, Polsek Turen, dan Koramil Turen diterjunkan untuk berjaga di lingkungan sekolah.
“Kita harus menjunjung tinggi hak siswa dalam belajar. Semua pihak kami minta menahan diri,” tegas Taat.
Ia juga menambahkan bahwa konflik dualisme yayasan tersebut saat ini tengah berproses di ranah hukum. Oleh karena itu, ia meminta seluruh pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
“Ada dua perkara yang ditangani Polres Malang dan satu perkara ditangani Polda Jawa Timur. Saya harap semua pihak menghormati proses hukum dan mengutamakan kepentingan belajar anak,” terangnya.
Langkah pengamanan diperketat untuk mencegah terulangnya insiden kericuhan seperti yang terjadi pada Kamis (15/1/2026) lalu. Saat itu, kegiatan pentas seni siswa berujung aksi pengrusakan fasilitas sekolah dan menyebabkan beberapa siswa mengalami luka.
“Untuk menjaga keamanan, personel Polsek Turen dan Koramil Turen kami terjunkan berjaga di lokasi sekolah,” pungkas Taat.(*)




















