Kota Malang, Tagarjatim.id – Tradisi upacara pedang pora mewarnai penyambutan Kapolresta Malang Kota yang baru, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, pada Rabu (14/1/2026).

Didampingi sang istri, Putu Kholis disambut langsung oleh pejabat lama Kombes Pol Nanang Haryono bersama istri, Nany Nanang Haryono, di halaman Polresta Malang Kota.

Sebelum mengikuti rangkaian upacara pedang pora, mantan Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya itu terlebih dahulu menerima tarian penyambutan. Sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polresta Malang Kota serta para Kapolsek jajaran turut berbaris menyambut kedatangannya.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan laporan kesatuan di Ballroom Sanika Satyawada. Pada kesempatan yang sama, digelar pula upacara pelepasan Kombes Pol Nanang Haryono yang mendapat amanah baru sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepulauan Bangka Belitung.

Dalam arahan perdananya sebagai Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana menyampaikan empat poin utama yang akan menjadi fokus kepemimpinannya.

Poin pertama, ia menegaskan komitmennya menjadikan Polresta Malang Kota sebagai institusi kepolisian yang terbuka dan menghormati hak asasi manusia (HAM).

“Ini ada hubungannya dengan era penegakan hukum di Indonesia, pemberlakukan KUHP dan KUHAP baru yang membawa semangat dan harapan masyarakat agar para penegak hukum lebih transparan dan menghormati hak asasi manusia,” kata Putu Kholis dihadapan awak media, Rabu (14/1/2026).

Fokus kedua, kata Putu Kholis, adalah melanjutkan pendampingan dan dukungan terhadap penyintas serta keluarga korban Tragedi Kanjuruhan.

“Berikutnya selama bertugas di Polres Malang sudah membersamai dan sudah mendampingi dulur dulur penyintas dan korban tragedi kanjuruhan dan nawak-nawak aremania yang terdampak dari peristiwa 1 Oktober 2022, maka sudah menjadi kewajiban saya melanjutkan selama bertugas di Polresta Malang Kota,” tambahnya.

Sementara poin ketiga berkaitan dengan upaya memperkuat sinergi dan kolaborasi bersama seluruh elemen masyarakat di Kota Malang.

“Kota Malang ini majemuk serta plural, teman-teman dari universitas, aktivis, penggiat HAM, suporter Aremania, teman-teman milenial dan kelompok rentan. Saya ingin merangkul semua untuk bersama-sama memelihara kondusifitas Kota Malang,” terangnya.

Adapun poin keempat, Putu Kholis menekankan pentingnya soliditas internal guna mewujudkan Polresta Malang Kota yang presisi.

“Saya bersama anggota ingin lebih banyak mendengar, menerima masukan, harapan serta aspirasi dari masyarakat. Dengan memahami dan mengetahui apa yang dibutuhkan masyarakat, kami bisa bekerja efisien, fokus, dan lebih mengena dengan apa yang menjadi harapan masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka dibutuhkan kekompakan dan soliditas internal seluruh anggota Polresta Malang Kota,” bebernya.

Pada kesempatan yang sama, Kombes Pol Nanang Haryono menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jajaran Polresta Malang Kota serta Bhayangkari atas kerja sama selama satu tahun tiga bulan masa kepemimpinannya.

“Terima kasih kepada seluruh anggota Polresta Malang Kota. Tanpa kalian, saya Nanang Haryono bukan siapa-siapa dan saya bangga serta terhormat bisa bekerjasama selama ini,” ujar Nanang.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H