Kota Batu, TagarJatim – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan berencana terhadap Faradila Amalia Najwa, mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Rekonstruksi dilakukan di Jalan Sumber Brantas, kawasan Cangar, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Selasa (13/1/2026).

Dalam rekonstruksi tersebut, dua tersangka yakni Bripka Agus dan Suyitno memperagakan 10 adegan yang menggambarkan rangkaian kekerasan terhadap korban. Seluruh adegan memperlihatkan tindakan yang dilakukan secara bertahap, sistematis, dan terencana, hingga menyebabkan korban meninggal dunia akibat kehabisan napas.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, menjelaskan bahwa tindak kekerasan dimulai sejak pelaku menguasai korban hingga tahap eksekusi pembunuhan. Lokasi kejadian dipilih di area yang sepi, diduga untuk meminimalkan kemungkinan adanya saksi.

“Awalnya tindakan kekerasan dilakukan oleh tersangka Suyitno atas perintah Bripka Agus. Namun karena tidak mampu melanjutkan, seluruh proses eksekusi pembunuhan kemudian dilakukan langsung oleh Agus,” ujar AKBP Arbaridi Jumhur, Rabu (14/1/2026).

Lebih lanjut, Arbaridi mengungkapkan bahwa tersangka menggunakan sarung tangan sebagai alat untuk mencekik korban. Selain melumpuhkan, metode tersebut juga bertujuan untuk menghilangkan jejak.

Saat ditemukan, kondisi korban sangat mengenaskan. Korban dalam keadaan terikat total, dengan tangan dan kaki dilakban, mulut serta mata ditutup, bahkan tangan korban sempat diborgol.

“Ini menunjukkan adanya eskalasi kekerasan yang sistematis dan terkontrol. Semua dilakukan secara sadar dan terencana,” ungkapnya.

Usai pelaksanaan rekonstruksi di Kota Batu, tim penyidik Subdit III Jatanras Polda Jatim bersama Tim Inafis dan Kejaksaan Tinggi Surabaya melanjutkan rekonstruksi lanjutan ke wilayah Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. Lokasi tersebut diduga kuat menjadi tempat pembuangan jenazah korban.

“Rekonstruksi ini bertujuan untuk memastikan kesesuaian rangkaian peristiwa dengan hasil forensik dan seluruh alat bukti yang telah kami kumpulkan,” pungkas Arbaridi. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H