Lamongan, Tagarjatim.id – Meski wilayahnya dikepung banjir, pendistribusian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lamongan tetap berjalan. Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tiwet terpaksa menggunakan perahu untuk mengangkut ratusan wadah makanan akibat akses jalan terendam banjir, Rabu (14/1/2026).
Tingginya intensitas hujan yang terjadi sejak beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah ruas jalan di Desa Jelakcatur, Kecamatan Kalitengah, terendam banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar 30 hingga 60 cm. Kondisi tersebut membuat mobil operasional Program MBG tidak dapat melintas menuju lokasi dapur produksi.
Demi menjaga kelancaran program, petugas SPPG mengambil langkah alternatif dengan menggunakan perahu untuk mengevakuasi peralatan makan. Sebanyak 300 ompreng atau wadah makanan harus diangkut dari sekolah-sekolah melewati genangan air sejauh kurang lebih 500 hingga satu kilo meter menuju dapur produksi.
Petugas harus bekerja ekstra dan penuh kehati-hatian saat mendayung perahu agar wadah makanan tetap higienis serta tidak terpapar air banjir. Pasalnya, ketinggian air terus meningkat secara signifikan akibat curah hujan yang masih tinggi di wilayah tersebut.
Asisten Laboratorium SPPG Tiwet, Agung, mengatakan bahwa upaya ini dilakukan sebagai bentuk komitmen agar pelayanan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan meski di tengah kondisi cuaca ekstrem.
“Walaupun terkendala banjir dan akses jalan terputus, kami tetap berupaya agar distribusi makanan bagi siswa tidak terganggu dan tetap tepat waktu,” ujarnya.
Pihak SPPG memastikan akan terus menyesuaikan pola distribusi dengan kondisi di lapangan agar Program Makan Bergizi Gratis bagi para siswa di Kabupaten Lamongan tetap terlaksana dengan baik.(*)




















