Penulis : Dixs Fibrian
Malang, tagarjatim.com – BTPN Syariah berhasil menyalurkan hingga Rp12,2 trilun untuk pembiayaan UMKM per kuartal 1 tahun 2024. Dana ini diperuntukkan bagi 4,2 juta nasabah di seluruh Indonesia.
Corporate & Marketing Communication Head BTPN Syariah Ainul Yaqin mengungkapkan bahwa potensi UMKM di Indonesia sangat besar. Mereka terbukti mampu bertahan di tengah gejolak ekonomi termasuk pandemi Covid-19.
Hingga kini, UMKM juga terus tumbuh. Yang terbukti dari penyaluran pembiayaan UMKM yang juga cukup bagus hingga mencapai Rp12,2 triliun di kuartal I tahun 2024, tepatnya 30 Maret 2024.
“Per kuartal 1, 30 Maret 2024 menyalurkan Rp12,2 triliun untuk pembiayaan UMKM. Itu untuk sekitar 4,2 juta nasabah aktif. Kam terus jaga di tahun ini dan tahun berikutnya,” katanya saat kunjungan nasabah di Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (20/6/2024).
Ia mengakui tantangan bagi UMKM memang besar, termasuk pascapandemi Covid-19. Namun mereka bisa melaluinya.
Pihaknya memberikan program pendampingan agar UMKM terus berkembang yakni akses keuangan yang bisa dimanfaatkan untuk modal kerja atau pembiayaan produktif, lalu akses terhadap ilmu pengetahuan, selanjutnya akses terhadap barang dan akses terhadap pasar.
Selain itu, mereka juga diberikan edukasi tentang literasi keuangan sehingga nasabah dapat memahaminya.
“Program pendampingan ini di kami diberikan sejak awal sebelum menjadi nasabah, diberi pelatihan agar memahami uang dari BTPN Syariah untuk apa. Ketika hanya uang yang kita berikan tanpa ilmu pengetahuan, uang tersebut akan sia-sia. Ujung-ujungnya nasabah terbebani cicilan,” jelasnya.
Dirinya menambahkan, dengan pemahaman bahwa uang harus dikelola baik untuk tujuan produktif, tentunya mereka bisa mengelola uang tersebut sehingga usaha berkembang dan sukses.
Sementara itu, Kepala Pembiayaan Area Malang BTPN Syariah Khatijah Paramira Sari menambahkan nasabah di Malang Raya juga cukup banyak.
Hingga Maret 2024 atau di kuartal I 2024, pihaknya telah menggelontorkan Rp50 miliar dalam program pembiayaan tersebut dengan jumlah nasabah hingga sekitar 17 ribu orang.
“Kalau di Malang Raya ini banyak UMKM. Untk Kota Malang, pedagang lebih dominan karena usaha perdagangan dan produksi. Di Kabupaten Malang didominasi pertanian, sedangkan di Kota Batu pertanian dan perdagangan. Banyak tempat wisata juga,” kata dia.
Kendati penyaluran bisa mencapai angka Rp50 miliar, ia mengakui masih ada nasabah yang bandel. Tercatat NPL atau kredit kurang lancar di angka sekitar 3 persen. Namun, jumlah ini dinilai kecil.
Sementara itu, salah seorang nasabah, Siti Atim mengaku sangat terbantu dengan program dari BTPN Syariah ini. Ia awalnya mengajukan dan mendapatkan dana Rp4 juta yang diperuntukkan membuat usaha kue, hingga kini bisa mengontrok kantin.
“Sangat membantu sekali bagi ibu-ibu yang membutuhkan modal usaha. Awalnya tidak punya inisiatif usaha apa, setelah mengikuti ini alhamduilllah merasakan hasilnya,” kata dia.
Ia juga terbantu sebab saat mengajukan tidak ada jaminan. Justru hal itu menjadi pemicu semangat agar usaha terus bergerak sehingga bisa mengembalikan pinjaman.
“Ada perjanjian yang harus saya ikuti supaya punya tanggung jawab untuk ikut program ini. Awalnya dapat Rp4 juta untuk modal usaha, buat kue dan selanjutnya kontrak kantin. Ini ketiga kalinya dapat, terakhir Rp10 juta,” kata dia.
Lurah Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang Dwi Cahyono menilai program yang dibuat oleh BPTN Syariah bermanfaat dengan menonjolkan sisi pemberdayaan kemudian diberikan akses dana.
Ia menyebut di kelurahannya ada sekitar 2.000 UMKM yang tentunya sangat potensial untuk bisa mendapatkan akses modal usaha. Dengan kemudahan akses keuangan, tentunya turut serta mendukung program pemerintah untuk pengembangan UMKM. (*)




















