Jember, tagarjatim.id – Hari pertama menjabat sebagai Plt Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jember, Zainollah langsung dihadapkan pada tantangan berat.
Hal ini karena aktivitas donor darah di Kabupaten Jember terpaksa terhenti sejak 16 Juli 2025 lalu. Hal ini terjadi akibat masa aktif izin operasional Unit Donor Darah (UDD) PMI Jember telah habis. Kondisi tersebut berdampak pada penipisan stok darah yang tersedia bagi masyarakat.
Bupati Jember, Muhammad Fawait menyebut, pihaknya telah mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan ini. Ia mengutus Kepala Dinas Kesehatan Jember untuk berkoordinasi langsung dengan Kementerian Kesehatan di Jakarta.
“Kami sudah mengirim Kepala Dinas Kesehatan ke Jakarta untuk membahas masalah ini. Harapannya, sepulang dari Jakarta pada Selasa atau Rabu besok, izin operasional UDD bisa segera diproses dan kembali aktif. Dengan begitu, stok darah dapat terpenuhi seperti semula,” ujar Gus Fawait -sapaan akrabnya- usai menyerahkan SK Plt Ketua PMI Jember pada Senin (25/8/2025).
Meski demikian, Plt Ketua PMI Jember, Zainollah, memastikan stok darah yang ada masih mencukupi kebutuhan harian meski kegiatan donor darah terhenti.
“Saat ini stok darah yang tersedia sekitar 952 kantong. Jumlah ini masih aman untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Zainollah.
Ia menambahkan, PMI Jember akan segera kembali menggalakkan kegiatan donor darah setelah izin operasional diperpanjang. “Kami akan menggandeng komunitas, organisasi masyarakat, hingga pesantren untuk menggerakkan donor darah secara lebih masif,” jelasnya.
Dengan langkah tersebut, diharapkan ketersediaan darah di Jember dapat segera stabil dan pelayanan bagi masyarakat tetap berjalan tanpa hambatan. (*)




















