Jember, tagarjatim.id – Kasus pencurian belasan baju di sebuah toko busana di Jember, Jawa Timur akhirnya berakhir damai. Kedua pelaku, merupakan kakak beradik berusia paruh baya dan nyaris diamuk massa usai aksinya kepergok.

Kanit Reskrim Polsek Panti, Aipda Dhian Saputra saat dikonfirmasi tagarjatim.id menjelaskan, kasus ini diselesaikan dengan mekanisme restorative justice (keadilan restoratif) atas permintaan korban yang merupakan pemilik Toko ‘Dua Anak’, yang sempat dicuri kedua pelaku.

“Karena pemilik toko memaafkan dan enggan menempuh jalur hukum, kami tidak melanjutkan kasus ini ke proses pidana. Namun kami tetap melakukan pembinaan dan peringatan keras,” ujar Dhian, saat dikonfirmasi tagarjatim.id pada Minggu (03/08/2025).

Pemilik toko, Muhammad (35), warga Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, menyatakan dirinya memilih menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan, karena merasa kasihan terhadap kondisi ekonomi kedua pelaku.

Kepada polisi yang memeriksanya, kedua pelaku mengaku mencuri karena faktor ekonomi dan menyesali perbuatannya. Mereka juga membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi aksi serupa di kemudian hari.

Pelaku laki, yakni pria berinisial AAF (42) bekerja sebagai buruh tani dan berasal dari Kecamatan Mayang, Jember. Sedangkan sang kakak, yakni perempuan berinisial EM (52) bekerja sebagai pembantu rumah tangga di sebuah keluarga yang ada di Kecamatan Sumbersari, Jember.

Peristiwa ini terjadi pada Jumat (1/8/2025) lalu, sekitar pukul 13.00 WIB di Toko “Dua Anak” yang berlokasi di Dusun Mencek, Desa Serut. Kasus ini sempat menyita perhatian dan viral di media sosial. Karena kedua pelaku nyaris dihakimi oleh massa yang geram dengan aksi pencurian.

Kedua kakak beradik ini berbagi peran dalam menjalankan aksinya. Sang adik, AAF berpura-pura memilih pakaian, sementara sang kakak, EM diam-diam menyembunyikan 15 potong baju ke dalam rok panjang yang dipakainya.

“Aksi mereka ketahuan saat penjaga toko curiga dengan gerak-gerik pelaku perempuan. Setelah diperiksa, ditemukan belasan pakaian yang disembunyikan di balik rok,” papar Dhian.

Beruntung, polisi cepat datang ke lokasi dan langsung mengamankan kedua pelaku dari amukan massa. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H