Jember, tagarjatim.id – Universitas Jember (Unej) resmi mengukuhkan enam dosen sebagai guru besar dari berbagai bidang ilmu dalam upacara yang digelar di Auditorium Unej, Kamis (17/4/2025). Pengukuhan ini menambah jumlah profesor aktif Unej menjadi 92 orang.

Rektor Unej, Iwan Taruna, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut di tengah era efisiensi anggaran. Ia menegaskan komitmen kampus untuk terus mendorong dosen meraih jabatan akademik tertinggi.

“Alhamdulillah, meski dalam situasi efisiensi, Unej tetap berkomitmen memperluas jumlah guru besar. Dalam periode 2020–2025, ada lima fakultas yang berhasil menambah profesor, termasuk FKIP, FEB, Fakultas Pertanian, FMIPA, dan FTP,” ujar Iwan Taruna dalam sambutannya.

Iwan juga berpesan agar para guru besar menjaga integritas akademik dan menjadi panutan, tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga di tengah masyarakat.

Pengukuhan dilakukan oleh Ketua Senat Unej, Prof. Andang Subaharianto, yang secara simbolis mengalungkan kalung jabatan guru besar kepada keenam dosen tersebut. Acara tersebut turut dihadiri keluarga besar Unej serta dua tokoh nasional yang juga alumni FISIP Unej, yakni mantan Menteri PAN-RB Abdullah Azwar Anas dan anggota DPR RI Charles Meikyansah.

Enam guru besar yang dikukuhkan:

1. Prof. Agus Trihartono, S.Sos., M.A., Ph.D. – Guru Besar Diplomasi, Prodi Hubungan Internasional FISIP

2. Prof. Dr. Apt. Yudi Wicaksono, S.Si., M.Si. – Guru Besar Farmasetika Bahan Obat Padat, Fakultas Farmasi

3. Prof. Dra. Hari Sulistiyowati, M.Sc., Ph.D. – Guru Besar Valuasi Ekologi, Prodi Biologi FMIPA

4. Prof. Dr. Sukatman, M.Pd. – Guru Besar Tradisi Lisan dan Pembelajarannya, Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP

5. Prof. Dr. Ir. Jojok Widodo Soetjipto, S.T., M.T. – Guru Besar Manajemen Konstruksi, Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik

6. Prof. Dr. Sutisna, S.Pd., M.Si. – Guru Besar Fisika Material Fotokatalis, Prodi Fisika FMIPA

Dengan tambahan ini, Unej memperkuat perannya sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Jawa Timur yang terus mendorong kemajuan pendidikan dan riset di Indonesia.

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H