Jember, tagarjatim.id – Menjelang berakhirnya cuti bersama libur lebaran 2025, sejumlah destinasi wisata ramai dikunjungi masyarakat. Salah satunya adalah Wisata Agro Rengganis Kebun Teh Gunung Gambir yang berada di Desa Gelang, Kecamatan Sumberbaru Jember.
Destinasi wisata yang terletak di dekat perbatasan Jember dengan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Probolinggo ini, dalam beberapa tahun terakhir kian populer sebagai salah satu alternatif healing atau wisata alam untuk melepas kepenatan dari rutinitas aktivitas sehari-hari.
Sesuai namanya, Wisata Gunung Gambir sebenarnya merupakan perkebunan teh yang saat ini dimiliki oleh BUMN PTPN XII. Sebagaimana karakter tanamannya yang tumbuh optimal di dataran tinggi, perkebunan teh ini memberi nilai lebih dalam hal pemandangan yang cantik dan hawa yang sejuk.
“Kalau untuk komoditas teh yang dikelola PTPN, hasilnya mayoritas diekspor ke Eropa,” ujar Dodo Eko Wahyudi, petugas pengelola adalah Wisata Agro Rengganis Kebun Teh Gunung Gambir.
Seperti halnya perkebunan teh lain di Indonesia, perkebunan teh Gunung Gambir sudah mulai ada sejak masa penjajahan Belanda. Pemerintah Kolonial Belanda sejak awal abad XIX banyak menanam teh di dataran tinggi, dan komoditas tembakau di dataran rendah yang ada di Jember, Bondowoso hingga Lumajang.
Wisata Gunung Gambir sendiri bisa dikatakan sebagai mutiara tersembunyi yang ada di pelosok Jember, jauh dari pusat keramaian kota.
“Jadi Gunung Gambir sebagai destinasi wisata itu baru mulai eksis atau dirintis sejak tahun 2018. Bermula dari para pecinta olahraga off road yang menemukan dan gemar touring ke sini,” papar Dodo.
Saat itu, jalan menuju perkebunan teh Gunung Gambir bisa dibilang sangat tidak ramah untuk wisatawan. Sehingga hanya kalangan penggemar off road yang kerap datang ke destinasi tersebut.
“Lalu para pegiat olahraga off road menggelar even off road di Perkebunan Teh Gunung Gambir pada 1 Oktober 2018. Tanggal itu juga menandai dibukanya destinasi wisata Gunung Gambir untuk masyarakat umum,” kenang Dodo yang juga warga asli setempat.
Beruntung, inisiasi para pecinta off road terhadap wisata Gunung Gambir juga didukung oleh pemda setempat. Sejak awal tahun 2019, Pemkab Jember banyak menggelontorkan anggaran untuk perbaikan akses jalan menuju destinasi wisata Gunung Gambir.
Sejak itulah, jalan mulai dari Desa Pondok Dalem yang ada di Kecamatan Tanggul, sebagai akses utama menuju wisata Gunung Gambir, diaspal dengan perawatan yang rutin.
Perbaikan infrastruktur jalan ini juga ditunjang oleh promosi wisata secara masif. Pihak pengelola menggandeng media online dan pegiat media sosial atau selebgram untuk mempromosikan wisata kebun teh Gunung Gambir.
“Bergeliatnya wisata Gunung Gambir ini juga banyak membantu kebangkitan ekonomi warga desa yang ada di sini. Mereka bergerak di bidang UMKM,” papar Dodo.
Hingga kini, pengelola terus mempercantik wisata Gunung Gambir. Secara berkala, dilakukan pembenahan dan inovasi sehingga angka kunjungan terus meningkat.
“Kalau hari-hari libur Lebaran ini, kunjungan bisa mencapai 1.500 – 2.000 orang per hari,” ungkap Dodo.
Pengelola membuat sejumlah spot yang instagramble, sehingga membuat banyak anak muda betah untuk membuat konten foto dan video di kebun teh Gunung Gambir. Seperti rangkaian kata ‘LOVE’ atau ‘CINTA’ maupun simbol hati, yang ada di sejumlah areal perkebunan seluas 183 hektar tersebut.
Hawa sejuk di ketinggian +- 900 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini, semakin memanjakan mata yang melihat hamparan hijaunya daun teh.
Suasana sejuk ini pula yang menggoda Robi dan Rosana, sepasang pengunjung yang rela menempuh jarak ratusan kilometer dari kediaman mereka di Gresik untuk berwisata ke perkebunan teh Gunung Gambir.
“Perjalanannya lumayan jauh juga. Terutama pas mobil kita melewati lereng gunung menuju perkebunan teh ini. Tapi rasa capek itu terbayar lunas setelah merasakan keindahan Gunung Gambir ini,” ujar Robi yang bersama pasangannya baru pertama kali menginjakkan kaki di Gunung Gambir, Jember.
Pasangan milenial ini mengetahui keindahan wisata kebun teh Gunung Gambir dari media sosial dan melakukan riset di media online. “Akses jalan dan lokasi parkir mobil cukup mudah di sini,” sambung Rosana.
Pasangan ini juga menyiapkan busana terbaik untuk membuat konten video dan foto di Gunung Gambir. “Kebetulan kita juga punya channel youtube,” pungkas Robi. (*)




















