Kabupaten Malang – Hujan deras yang terjadi selama sehari semalam pada Kamis (28/11/2024) kemarin, membuat beberapa titik di wilayah Kabupaten Malang terendam banjir.
Beberapa titik yang terdampak banjir ini tersebar di 5 Kecamatan, yakni Bantur, Sumbermanjing Wetan, Kalipare, Donomulyo, Pagak.
Meski kondisi banjir sudah surut, namun tiga infrastruktur jembatan di tiga Kecamatan yakni Bantur, Donomulyo dan Pagak mengalami kerusakan akibat luapan banjir sungai. Untuk mengantisipasi kerawanan lintasan di jembatan rusak, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang melakukan penutupan sementata di tiga titik jalur jembatan rusak ini.
“kalau nilai kerusakan yang besar ya yang terdampak pada infrastruktur jembatan itu tadi, ada di Donomulyo, Pagak, sama Bantur. Kalau terputus tidak, cuma kami tutup. Belum tahu sampai kapan, kita lihat forensiknya dari teman-teman dari PU Bina Marga, karena kami tidak ingin ambil resiko,” ujar Sadono Irawan Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang.
Sementara untuk warga yang sempat mengungsi ke rumah kerabat akibat banjir kini sudah kembali ke rumah masing-masing.
Pemukiman warga yang terendam banjir ini tersebar di 4 kecamatan yakni Kalipare, Bantur, Sumawe, Donomulyo.
“Tumpakrejo Kecamatan Kalipare kemarin terdapat 2 rumah atau 3 KK itu mengungsi. Kemudian yang di Bantur itu kurang lebih sekitar 27 atau 28 KK terdampak. Kemudian yang di Sendangbiru Sumbermanjing Wetan ada kurang lebih 60 rumah, hanya saja yang ditempati secara permanen itu kurang lebih sekitar 32 rumah. Namun kini sudah normal, banjir sudah surut dan warga yang mengungsi sudah kembali ke rumah”, tambah Sadono.
Banjir yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten malang ini disebabkan hujan yang terjadi selama sehari semalam yang membuat sungai di sekitaran lokasi meluap akibat aliran air tersumbat materialan.
“Banjir di beberapa wilayah ini selain karena hujan seharian, juga karena aliran sungai tersumbat banyak material, sehingga air meluap merusak infrastruktur jembatan den menggenangi sejumlah permukiman warga”, tutup Sadono.




















