Kota Batu, tagarjatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terus berupaya mengatasi persoalan sampah di Pasar Induk Among Tani dengan menerapkan sistem baru, yaitu pemasangan stiker pilah sampah. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih terorganisir dan ramah lingkungan.
Penjabat (Pj) Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) guna merancang strategi pengelolaan sampah yang lebih efektif. Hasilnya, diputuskan untuk menerapkan sistem pemilahan sampah melalui pemasangan stiker sebagai langkah awal edukasi bagi pedagang dan pengunjung.
“Pola baru ini segera kami terapkan agar pengelolaan sampah di Pasar Induk Among Tani lebih terorganisir. Harapannya, pedagang dan pengunjung semakin sadar akan pentingnya memilah sampah organik dan anorganik,” ujar Aries pada Kamis (13/2).
Aries juga menekankan pentingnya keseriusan dalam menangani persoalan sampah, terutama mengingat tingginya jumlah wisatawan yang berkunjung ke pasar tersebut, terutama saat libur panjang.
“Jika tidak ditangani serius, persoalan ini akan terus berulang, terutama saat momen libur panjang ketika jumlah pengunjung meningkat. Kebersihan pasar harus tetap terjaga agar tetap nyaman bagi semua,” tambahnya.
Selain itu, ia juga menyoroti dampak musim hujan yang berpotensi memperburuk kondisi jika sampah tidak segera ditangani dengan baik. Ia berharap sistem pemilahan sampah ini dapat menjadi budaya baru di pasar, sehingga masalah sampah bisa diminimalkan.
“Kami ingin pola ini menjadi kebiasaan baru di pasar, agar sampah tidak lagi menjadi masalah yang mengganggu kenyamanan pedagang maupun pengunjung,” jelasnya.
Aries juga menginstruksikan Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) untuk memastikan kebersihan pasar menjadi prioritas. Hal ini dilakukan guna menjaga citra Pasar Induk Among Tani sebagai destinasi wisata belanja yang nyaman dan bersih.
Sebagai langkah konkret, Pemkot Batu telah memasang stiker pilah sampah di 149 tempat sampah dan kontainer yang tersebar di area pasar. Dengan adanya sistem ini, diharapkan kesadaran dari seluruh pihak, baik pedagang, pengunjung, maupun pengelola pasar, dapat meningkat sehingga pengelolaan sampah berkelanjutan dapat tercapai. (*)




















