Ngawi, tagarjatim.id – Tiga ruang kelas SDN Grudo 3, Ngawi, Jawa Timur mengalami rusak parah di bagian atap. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar siswa kurang maksimal. Bahkan siswa terpaksa harus belajar di tengah kondisi berbahaya.
Salah satu siswa, Azka Rendra Saputra, mengatakan bahwa dirinya takut tertimpa atap saat belajar. Pasalnya, kondisi plafon cukup memprihatinkan dengan kondisi bolong di beberapa bagian.
“Takut kalau roboh masih belajar di sini nggak terlalu nyaman pinginnya yang bagus,” keluhnya.
Kerusakan atap ini terjadi di ruang kelas 1, 2 dan 3. Kepala sekolah SDN Grudo 3, Sudarwati, mengatakan kerusakan sudah terjadi sejak tahun 2022 lalu. Awalnya, terdapat beberapa plafon ruang kelas yang ambrol. Meski sudah diperbaiki, kerusakan semakin parah dan melebar pada akhir tahun 2024. Bahkan, beberapa bagian kuda-kuda yang terbuat dari kayu sudah keropos karena dimakan rayap.
Untuk mengurangi resiko pada siswa, pihak sekolah memberi tiang penyangga di 3 ruang kelas dengan menggunakan batang kayu.
“kerusakan di kuda kuda kemudian blandar atasan plafon sudah rapuh sudah tidak bisa diperbaiki lagi pasti rawan roboh,” ungkapnya.
Untuk sementara, pihak sekolah memindahkan kegiatan belajar mengajar ke ruangan yang lebih aman.
“Kami berharap segera mendapat perhatian dari pemerintah untuk perbaikan ruang kelas yang rusak,” harap Sudarwati. (*)




















