Sidoarjo, tagarjatim.id – Kepolisian terus mengintensifkan edukasi di sekolah-sekolah guna mencegah kenakalan pelajar, termasuk perundungan (bullying) dan perkelahian. Langkah ini dilakukan agar siswa memahami dampak negatif dari perilaku tersebut serta mampu menjaga diri dari tindakan yang melanggar hukum.

Salah satu kegiatan penyuluhan ini dilakukan oleh Kanit Binmas Polsek Krembung, Aiptu Adin, pada Jumat (7/2/2025) di SDN 1 Kedungsumur, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo. Dalam kesempatan tersebut, ia mengimbau para siswa untuk menaati peraturan sekolah dan menghindari tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Aiptu Adin menyoroti maraknya kasus perundungan di lingkungan sekolah yang kerap berawal dari candaan antar teman, kemudian berkembang menjadi ejekan, hingga berujung pada perkelahian. Ia menekankan bahwa jika perilaku ini dibiarkan, dapat berdampak buruk bagi mental korban maupun pelaku.

“Saling kompak, rukun, patuhi tata tertib sekolah, taati apa yang disampaikan guru dan orang tua, serta jangan lupa giat belajar dan beribadah,” pesannya kepada para siswa.

Lebih lanjut, ia berharap nilai-nilai tersebut dapat diterapkan oleh siswa agar terhindar dari perilaku yang melanggar norma dan hukum.

Polres Sidoarjo terus menggencarkan penyuluhan serupa di berbagai sekolah. Selain membahas perundungan dan perkelahian, materi yang disampaikan juga mencakup bahaya kenakalan remaja lainnya, seperti tawuran, penyalahgunaan media sosial, serta dampak negatif dari pergaulan bebas.

Dengan adanya edukasi ini, polisi berharap siswa tidak hanya memahami konsekuensi hukum dari tindakan melanggar aturan, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga sikap dan perilaku di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Kanit Binmas Polsek Krembung menegaskan bahwa kepolisian akan terus bekerja sama dengan pihak sekolah untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari kekerasan.

“Kami ingin siswa-siswi menjadi generasi emas Indonesia yang memiliki karakter kuat dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan,” pungkasnya. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H