Penulis : Dixs Fibrian
Blitar, tagarjatim.com – Warga Kabupaten Blitar, Jawa Timur, ramai-ramai berburu kepompong ulat daun jati. Selain menambah penghasilan, kepompong tersebut juga dimanfaatkan sebagai lauk makan.
Marsi, salah seorang warga pencari kepompong ulat daun jati. Pria asal Kabupaten Blitar ini sengaja bersama rekan-rekannya mencari kepompong ulat daun jati di kawasan hutan jati Kecamatan Lodoyo, Kabupaten Blitar.
Marsi mengatakan, kepompong ini enak diolah menjadi lauk. Rasanya juga gurih, sehingga menjadi menu favorit keluarganya.
“Buat lauk ini. Kalau sehari biasanya dapat kurang dari 1 kilogram, rasanya gurih,” katanya Rabu (17/1/2024).
Ia mengatakan, menu masakan ini ada yang suka dan ada yang tidak suka. Menurutnya semua tergantung selera. Namun, baginya rasa dari kepompong ini saat diolah gurih, sehingga enak dijadikan lauk.
Di kawasan hutan jati itu, ada belasan warga yang sama seperti Marsi, mencari kepompong ulat daun jati. Kendati banyak warga yang juga mencari, semuanya juga mendapatkan bagian yang cukup banyak. Rata-rata warga mendapatkan antara 1-2 kilogram sehari.
Warga mengais dedaunan jati tersebut dan langsung mengambil kepompong yang terbungkus rapi di daun kering itu. Kemudian, dikumpulkan menjadi satu.
Warga biasanya mencari mulai dari pagi hingga siang hari. Selama awal musim hujan, warga banyak memanfaatkan kesempatan mencari kepompong ulat daun jati ini. Mereka bisa pindah dari kawasan hutan jati satu ke lokasi hutan jati lainnya.
Selain dikonsumsi, kepompong ini juga mempunyai nilai jual tinggi. Harganya juga cukup mahal bisa lebih dari Rp100 ribu per kilogram. (*)




















