Mojokerto, Tagarjatim.id – Insiden meninggalnya empat siswa SMPN 7 Kota Mojokerto dalam kegiatan outing class di Pantai Drini, Gunung Kidul, Provinsi Yogyakarta pada 28 Januari 2025 lalu berbuntut Panjang.

Orang tua Malvein Yusuf, salah satu siswa yang meninggal dunia melaporkan dugaan kelalaian pihak sekolah, agen perjalanan dan pengelola tempat wisata ke Polres Gunung Kidul.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto, Ruby Hartoyo mengatakan menyerahkan kepada aparat kepolisian terkait laporan yang dilakukan salah satu orang tua siswa yang meninggal dunia akibat terseret ombok di Pantai Drini. Upaya orang tua siswa yang mencari keadilan merupakan hak setiap warga.

“Saat ini telah diperiksa 16 orang guru yang mendampingi para siswa. Kami menunggu bagaimana prosesnya. Termasuk ada informasi tentang laporan dari orang tua korban. Kami menyerahkan sepenuhnya kepada petugas kepolisian,” kata Ruby Hartoyo, Kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto, Rabu (05/02/2025).

Saat ini, tambah Ruby, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto fokus pada pendampingan psikologis siswa yang menjadi korban selamat. Total ada 9 orang siswa yang terus dipantau kondisi psikologisnya pasca kejadian yang terjadi pada kegiatan outing class 28 Januari 2025 lalu. Seluruh korban selamat saat ini telah didatangi tim psikologi yang dibentuk Dinas Kesehatan Kota Mojokerto. Kondisi mereka akan terus dipantau oleh tim melalui orang tua dan sekolah.

Sebelumnya, orang tua Malvein Yusuf, siswa kelas 7C SMPN 7 Kota Mojokerto kecewa dengan pihak sekolah yang tidak merinci kejadian yang merenggut nyawa anaknya saat berada di Pantai Drini. Selain itu, orang tua korban juga tidak terima saat diminta untuk menandatangani surat damai dari pihak sekolah. Dua hal itulah yang menjadi penyebab utama orang tua Malvein Yusuf melaporkan kasus ini ke polisi.

Kegiatan outing class yang diikuti seluruh siswa SMPN 7 Kota Mojokerto dengan tujuan Yogyakarta pada Selasa, 28 Januari 2025 lalu berubah menjadi petaka. 13 orang siswa terseret ombak saat sedang bermain di Pantai Drini, Gunung Kidul. Sembilan orang siswa berhasil diselamatkan, sementara 4 orang siswa lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.,(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H