Kabupaten Malang, Tagarjatim.id – Seorang pria yang diduga Orang Dengan Ganguan Jiwa (ODGJ) mengamuk dan membacok 8 orang di Kecamatan Ampelgading, Malang, Kamis (30/1/2025).

Kapolsek Ampelgading, AKP Handry S, saat dihubungi Minggu (2/2) mengatakan bahwa pelaku yang belum diketahui identitasnya ini udah diamankan dan dibawa ke RSSA Malang.

“Identitasnya belum diketahui sampai sekarang, dan pelaku sudah diamankan,” ucap Handry, Minggu (2/2/2025).

Kapolsek juga mengatakan kedelapan orang yang menjadi sasaran pembacokan tidak menuntut dan warga juga mengetahui pelaku adalah ODGJ yang mondar-mandir di lokasi.

“Semua korban tidak menuntut, soalnya mungkin keseharian (pelaku) sudah diketahui kalau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), ” ungkap Handry.

Sementara itu, pada saat kejadian di malam hari situasi sempat mencekam dan menegangkan. Warga setempat, terutama perempuan dan ibu-ibu segera berlindung dalam rumah.

Dan akhirnya puluhan warga bersama anggota dan Polsek Ampelgading berhasil mengamankan pelaku.

“Pelaku setelah berhasil ditangkap, kemudain kami serahkan ke pekerja sosial setempat kemudian dibawa ke Poli Jiwa RSSA Malang,” kata Handry

Pada saat kejadian pria berkaos tulisan Volcom itu, Jumat (30/1) malam atau sekitar pukul 20.00 WIB, mendadak mengamuk sambil membawa sabit.

Tiba-tiba pelaku di perempatan Dusun Krajan IB, Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, menghadang para pengendara sepeda motor dan warga yang melintas.

Pelaku menggenggam sabit ukuran besar dengan membabi buta menyabetkannya ke setiap warga yang ditemui. Hanya 15 menitan, sebanyak 8 orang jadi korban sabetan pelaku.

Identitas korban di antaranya, Andika Aprianto (32), Heri Suprapto (42), Marsuki (59), Mahardika Nusa Permadi (15), Supangat (72), Tonimun (67), Rudianto (50), dan Sartono (57).

Akibat sabetan pelaku berusia 40 tahunan itu, Hari menderita luka sabetan di punggung dengan 27 jahitan dan lengan tangan kanan.

Supangat (72) menderita luka lengan dan musti menerima 20 jahitan. Marsuki luka 15 jahitan di lengan kanan. Sartono (57), telinga putus dan sobek punggung dan leher. Total ada 37 jahitan.

Mahardika (15) luka 30 jahitan di punggung. Tonimun (67) luka di telapak tangan kanan sebanyak 10 jahitan. Rudianto luka ringan di telapak tangan kanan. Paimin, musti menerima 27 jahitan di punggungnya.

Saat mengamuk belasan menit, warga sekitar berdatangan ke lokasi kejadian. Warga kemudian berusaha mengeroyok pelaku dan merampas senjata tajam. Meski kemudian terjadi duel itulah, beberapa menderita luka lecet-lecet.

Sekitar pukul 24.30 WIB, para korban telah mendapat perawatan dan luka jahit. Begitu pula dengan pelaku yang juga mengalami luka bogem mentah di beberapa bagian tubuhnya.

Luka yang dialami oleh ke 8 orang korban sudah dilakukan pengobatan rawat jalan, dan tidak ada yang menjalani rawat inap,” pungkas Handry.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H