Kota Malang, Tagarjatim.id – Sebuah gerakan literasi bernama Gelap Terang Perpustakaan Jalanan, hadir sebagai ruang baca dan ekspresi bagi masyarakat. Lebih dari sekadar perpustakaan jalanan, komunitas ini menjadi tempat berbagi cerita dan berkreasi bagi anak-anak, remaja, hingga orang tua.

Dimulai pada Desember 2022 di Jalan Lintas Barat (Jalibar), Kota Batu, Gelap Terang berkembang ke Merjosari, Kota Malang, pada 2023. Tidak hanya di Malang, komunitas ini juga menggelar roadshow ke berbagai kota di Jawa, termasuk Solo, Mojokerto, Yogyakarta, Majalengka, Karawang, dan Cirebon.

“Kami ingin menciptakan ruang bagi siapa saja untuk berbagi, bukan hanya tentang buku, tapi juga kehidupan,” ujar M Alfaizi Noor Rizkhy, salah satu penggagas Gelap Terang pada Kamis (30/1/2025).

Kegiatan yang ditawarkan beragam, mulai dari lapak baca, mewarnai, gravity jamming, hingga pasar gratis di Cirebon. Salah satu acara unik mereka adalah “Senang Sedih”, sebuah forum rilis emosi bagi siapa saja yang ingin berbagi perasaan tanpa takut dihakimi.

Gelap Terang mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak orang tua mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan alternatif bagi anak-anak di luar gawai.

“Anak-anak jadi punya kegiatan lain selain bermain gadget. Ini sangat bermanfaat,” kata Ani Juarni, salah satu pengunjung.

Namun, perjalanan komunitas ini tidak lepas dari tantangan. Awalnya, koleksi buku anak-anak masih terbatas, tetapi mereka terus berbenah dengan menambah koleksi serta menyediakan permainan edukatif.

“Kami selalu terbuka terhadap kritik dan berusaha terus berkembang,” ujar Iik, anggota kolektif.

Gelap Terang bercita-cita memiliki ruang tetap sebagai pusat literasi dan sosial. Tempat ini diharapkan menjadi ruang aman bagi siapa pun yang ingin berbagi cerita dan melepaskan emosi mereka tanpa rasa takut.

“Kami ingin menciptakan ruang aman bagi mereka yang gelisah atau butuh pelarian positif. Ini bukan sekadar tentang membaca, tetapi juga tentang mendukung satu sama lain,” jelas Alfaizi.

Gelap Terang membuktikan bahwa literasi bukan sekadar membaca buku, tetapi juga memahami dan menghargai sesama. Dengan semangat kolaborasi, komunitas ini terus menghadirkan ruang bagi mereka yang ingin belajar, berbagi, dan menemukan makna dalam kebersamaan. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H