Blitar, Tagarjatim.id – Kepolisian Resor Blitar. Jawa Timur, memberikan pendampingan trauma healing terhadap keluarga dan kedua anak korban mutilasi, Uswatun Khasanah (29) warga Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar. Pendampingan diberikan untuk pemulihan mental dan emosional keluarga korban.

Kapolres Blitar, AKBP Arif Fazlurrahman, mengatakan Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab sosial Polri dalam mendampingi masyarakat, khususnya keluarga yang terdampak langsung oleh tragedi tersebut.

“Kami hadir untuk memberikan dukungan moral dan psikologis kepada keluarga korban. Kami memahami betapa beratnya beban yang mereka tanggung, dan kami ingin memastikan mereka tidak merasa sendirian dalam menghadapi cobaan ini,” ujar AKBP Arif Fazlurrahman.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Blitar juga menyerahkan bantuan kepada keluarga korban sebagai bentuk solidaritas dan dukungan nyata. Selain itu, Polres Blitar juga membuka ruang konsultasi bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan psikologis, terutama terkait kasus-kasus yang berdampak besar pada kesehatan mental.

“Kami berharap keluarga korban dapat perlahan-lahan bangkit dan menjalani kehidupan dengan lebih baik,” tandas Kapolres.

Menurut Kapolres, kasus mutilasi ini menjadi pengingat bagi semua pihak tentang pentingnya menjaga keamanan lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan. “Polres Blitar terus mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan hal-hal mencurigakan demi mencegah terjadinya tindakan kriminal serupa di masa depan,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus mutilasi ini terungkap setelah warga Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, menemukan tas koper besar warna merah mengeluarkan bau amis di selokan pada Kamis (23/1/2025). Warga yang curiga pun akhirnya melaporkan ke polisi.

Saat tas dibuka, warga terkejut, tas tersebut berisi tubuh manusia tanpa kepala dan kaki. Kasus ini pun diselidiki polisi.

Setelah dilakukan penyelidikan, polisi menemukan identitas korban yang ternyata jasad tersebut diketahui wanita cantik bernama Uswatun Khasanah.  Identitas korban pun juga dibenarkan oleh keluarga dan kerabat korban.

Kematian Uswatun Khasanah, membuat aparat kepolisian dari Polres Ngawi dan Direskrimum Polda Jatim bekerja marathon mencari kepala dan kaki korban, serta mengungkap pelaku pembunuhan sadis tersebut.

Dari penyelidikan selama 2 hari, polisi pun akhirnya berhasil menangkap pelaku berinisial A di Jalan Raya Madiun Ponorogo.

Dari penangkapan pelaku, akhirnya kepala dan kaki korban ditemukan. Kepala korban ditemukan di dekat sungai kecil, Kecamatan Watulimo, Trenggalek. Sedangkan, kedua kaki korban ditemukan di Ponorogo.

Pelaku mengaku membunuh  korban di kamar 301 Hotel Adisurya Jalan Mayor Bismo, Kecamatan Semampir, Kota Kediri.

Kepada polisi pelaku mengaku sebagai suami siri korban. Padahal dia sudah mempunyai istri dan anak di Jombang

Dia membunuh korban lantaran sakit hati dan cemburu, karena korban berkencan dengan laki-laki lain. Pelaku juga sakit hati karena korban mendoakan anak perempuan pelaku sebagai pekerja seks komersial (PSK).

Kemarahan pelaku tak terbendung, akhirnya pelaku merencanakan pembunuhan. Dia membeli pisau dan tas merah di sebuah supermarket di Kota Kediri. Saat mereka berdua di kamar hotel, pelaku melakukan aksinya dengan cara mencekik korban, hingga korban tak sadarkan diri.

Saat korban tak sadarkan diri itulah pelaku memotong leher dan kaki korban, dan kemudian dimasukkan ke dalam tas koper yang sudah disiapkan.

Akibat perbuatan sadisnya A dijebloskan ke tahanan Polda Jatim dan terancam hukuman mati. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H