Penulis : Gilang Bahtiar

Blitar,tagarjatim.com – Seorang ibu rumah tangga di Kota Blitar, Jawa Timur, sukses meraup pundi-pundi rupiah dengan membuat limbah tanaman menjadi kerajinan tangan bernilai ekonomis. Berbagai jenis limbah tanaman dirangkai menjadi berbagai macam aksesoris seni untuk kebutuhan aksesoris kostum karnaval.

Seniman limbah tanaman tersebut bernama Nining Srigati warga Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Ibu rumah tangga berusia 41 tahun yang juga petugas kebersihan di Dinas Lingkungan Hidup Kota Blitar itu dikenal masyarakat sebagai seniman alam.

Dengan kreatifitasnya, dia berhasil merangkai berbagai macam jenis limbah tanaman seperti bunga pinus, daun alang-alang kering, mendong kering atau rumput rawa, pohon pisang, daun palem, bunga warung kering, dan berbagai hasil alam lainnya. Limbah tanaman tersebut dirangkai menjadi aksesoris hiasan bernilai seni tinggi seperti dibuat aksesoris kepala untuk kostum tari atau karnaval, yang dirangkai seperti burung merak.

“Ini kan dari bunga pinus. Di daerah Gandusari banyak. Ada juga daun palem, debog pisang. Ini juga dari bunga waru yang sudah kering. Ini kebanyakan dari alam, asal tahu manfaatnya kalau dipadu padankan lebih cantik,” ujarnya Sabtu (13/1/2024).

Menurut dia, hasil alam menjadikan hiasan lebih menarik. Warnanya juga alami yakni cokelat. Hal ini berbeda dengan kerajinan yang banyak seperti sekarang ini dari spon yang diberi cat.

“Ini lebih cantik, tidak palsu. Kebanyakan sekarang spon yang dicat. Ini saya juga beri polesan pernis, tapi yang diperlukan saja,” jelasnya.

Dalam membuat hiasan itu, awalnya berbagai macam hasil alam dibiarkan kering. Untuk bunga pinus misalnya, dipotong satu per satu bagian bungnya sehingga menjadi ukuran lebih kecil. Begitu juga dengan mendong kering yang dikepang dan ornamen lainnya.

Awalnya, dibuat bingkai dengan konsep hiasan. Misalnya di bagian kepala. Kemudian, satu per satu bunga pinus yang sudah dipotong tadi dipasang dengan lem satu per satu hingga memenuhi seluruh dasar. Begitu pula dengan berbagai hiasan lainnya. Hingga selesai dan menjadi hiasan menarik.

Menurut Nining, membuat kerajinan ini butuh ketelatenan dan konsentrasi tinggi. Selain itu, juga butuh waktu yang luang, sehingga hasil yang kerajinan yang dibuat juga bisa rapi.

Jika ia dengan santai mengerjakan, satu kerajinan bisa dibuatnya hingga 3 minggu, namun jika sedang sibuk dan banyak pekerjaan lainnya, satu kerajinan bisa hingga lebih dari satu bulan. Sebab, dirinya juga harus membagi waktu sebagai petugas kebersihan.

“Tergantung waktu. Kalau banyak waktu, satu kostum bisa tiga minggu, atau bisa satu bulan lebih,” jelasnya.

Nining mengatakan peminat kerajinan tangan miliknya ini dari berbagai kalangan baik untuk acara sekolah, agustusan (karnaval). Tarif sewa juga beragam mulai Rp300 ribu hingga Rp500 ribu.

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H