Kabupaten Malang, tagarjatim.id – Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar Stadion Kanjuruhan mulai resah dengan nasib mereka setelah proses renovasi stadion dipastikan selesai. Mereka berharap pemerintah dapat menyediakan ruang atau tempat yang layak untuk berjualan di area sekitar stadion setelah pembangunan selesai.

Rina, salah satu pedagang yang biasa berjualan di halaman Stadion Kanjuruhan, mengungkapkan kekhawatirannya terkait rencana relokasi yang telah terdengar sejak lama. Menurutnya, setelah renovasi selesai, ada rencana untuk memindahkan para PKL.

“Harapannya, kami tidak akan dipindah-pindah lagi. Kalau stadion selesai dibangun, katanya kami bakal dipindahkan lagi,” ungkap Rina kepada tagarjatim.id, Sabtu (18/1/2025).

Rina yang menjual sosis di area tersebut menjelaskan bahwa lokasi berjualan sangat memengaruhi pendapatannya. Oleh karena itu, ia menolak jika harus dipindahkan ke tempat lain yang dirasa kurang strategis.

“Kalau misalnya dipindah ke belakang, tempatnya akan sepi. Kami harus beradaptasi lagi, apalagi dengan penjual lain yang sudah ada di sana,” tambahnya.

Wanita berusia 34 tahun ini mengaku telah merasakan dampak negatif setiap kali harus berpindah lokasi. Selain proses adaptasi yang memakan waktu, ia khawatir pendapatannya akan menurun jika tempat relokasi di area yang tidak tepat.

“Saya sudah merasakannya, kalau dipindah pasti pendapatannya turun. Tempat ini mulai ramai, tapi kalau harus pindah lagi, pasti sepi. Selama ini sudah tiga kali kami dipindah, dan hasilnya selalu seperti itu,” tegasnya.

Senada dengan Rina, Sunanik, pedagang telur gulung yang juga berjualan di sekitar stadion, mengungkapkan kekhawatirannya.

Ia menyadari bahwa akhir-akhir ini jumlah pengunjung stadion semakin meningkat, dan ia berharap pemerintah dapat memberi kesempatan kepada para PKL untuk berjualan dengan tenang.

“Kami mulai ramai karena pengunjung stadion sudah banyak setelah renovasi selesai. Banyak yang datang untuk foto-foto. Kami berharap pemerintah memberi kami kesempatan untuk tetap berjualan di sini,” ujar Sunanik. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H