TagarJatim.id – Unggul FC Malang tercatat tanpa pernah kalah, sebelum meraih hasil imbang pertamanya di Liga Futsal Profesional Indonesia 2024-2025, Minggu (19/1/2025). Laga kedua Pekan 3 melawan Sadakata United itu berakhir dengan skor 2-2.

Bertanding di GOR Babussalam, Banjarbaru, Unggul FC sebenarnya mampu memimpin 1-0 lebih dulu pada babak pertama. Gol pembuka itu dibuat Anton Cahyo di menit 9.

Pada babak kedua, gawang Unggul FC kebobolan oleh aksi Azhari Parapat di menit 28 yang membuat skor kembali imbang 1-1. Andres Dwi Persada gantian menjebol gawang Sadakata di menit 33.

Sayangnya, kemenangan Unggul FC yang sudah di depan mata sirna semenit jelang babak kedua bubar. Tokoh antagonis itu adalah Rizal Musthofa yang berhasil membuat Sadakata United memaksakan hasil imbang 2-2 hingga laga berakhir.

Pelatih Unggul FC, Joao Almeida menilai kompetisi musim ini menyajikan laga-laga dengan level yang sangat kuat. Semua tim bisa saja menimbulkan kesulitan bagi tim lawannya.

“Kami gak sedang berada di level terbaik. Tim kami terlalu yakin, gak menampilkan permainan yang biasa kami lakukan. Saya gak bisa memotivasi tim dengan cara yang tepat,” kata Joao.

Menurutnya, ini saatnya Unggul FC belajar dari kesalahan. Pihaknya akan mencari cara yang lebih baik untuk memperbaiki kesalahan tim.

“Kehidupan terus berjalan. Liga ini masih panjang, sampai babak championship. Ini adalah sertifikasi kualitas untuk kompetisi,” ujarnya.

“Semua tim bisa menimbulkan kesulitan. Jadi, itu yang terjadi pada kami hari ini. Kami harus menjadi lebih baik, dan kami akan menjadi lebih baik,” imbuhnya.

Joao membeberkan rencananya untuk laga selanjutnya di Pekan 4 mendatang. Setidaknya ada waktu persiapan selama sepekan ke depan.

“Kami harus mencari cara untuk mengajarkan tim untuk lebih bersiap-siap untuk menyerang lawan. Serangan posisional harus menjadi lebih baik. Hari ini itu gak berjalan dengan baik,” terangnya.

Pelatih asal Portugal itu juga menekankan soal mentalitas kepada para pemainnya. Menurutnya, di laga melawan Sadakata ini, para pemain tampak lebih mementingkan siapa yang mencetak gol daripada gol untuk tim.

“Jadi, sebagai tim kita harus saling mendukung satu sama lain. Ini adalah pelajaran bagi kita. Semua pertandingan sulit, semua pertandingan untuk mendapatkan tiga poin, kita harus perhatikan semua pertandingan,” tandasnya.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H